Draft Pengukuhan Pejabat Pemkot Tasik Bocor, Ini yang Terganggu..

178
0
PELANTIKAN. Ratusan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengikuti pelantikan beberapa waktu lalu.
PELANTIKAN. Ratusan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengikuti pelantikan beberapa waktu lalu.
Loading...

BUNGURSARI – Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), diminta menelusuri tersebarnya draft pengukuhan pejabat yang belakangan ini menjadi konsumsi publik.

Wakil Ketua Bidang Wiraswasta dan UMKM DPD Golkar Kota Tasikmalaya Rony Muhammad Anugrah menjelaskan dampak tersebarnya nama-nama yang bakal dikukuhkan pada pelantikan mendatang, mengganggu stabilitas dan kondusivitas di tataran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Bayangkan saja, bagaimana pengaruhnya terhadap performa ASN, misal di satu dinas ada yang bergeser atau promosi, kemudian yang menjabat masih ada di situ, pasti canggung,” ujarnya kepada Radar, Minggu (7/2/2021).

Menurut dia, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) harus mencari solusi supaya persoalan itu tidak kembali terulang. Sebab, kebijakan pemerintah ritme informasinya tentu diatur dan diamanatkan oleh Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sehingga, tidak bisa serta merta suatu kebijakan dikemukakan sebelum waktunya diinformasikan.

“Ini seolah birokrasi Pemkot kencang dalam berpolitik. Harus ditelusuri dan diungkap demi menjaga wibawa Plt wali kota,” tutur tokoh pengusaha muda tersebut.

loading...

Rony mengungkapkan pihaknya juga mendapat sebaran informasi nama-nama pegawai yang akan dilantik. Setelah ditelusuri, file tersebut tersimpan pada google drive, dan bisa dengan leluasa diakses siapa pun.

“Saya pribadi juga menelusuri, khawatir email Pemkot diretas, atau memang ini sengaja link-nya disebar supaya bisa diakses siapa saja,” katanya.

Sejatinya, lanjut dia, informasi pemerintah wajib disampaikan terhadap masyarakat. Namun, waktu yang tepat untuk dipublikasikan tentu ada kaidah dan aturan tersendiri terutama menyangkut kebijakan.

“Nah, ini seolah luar biasa sangat informatif. Siapa pun penyebarnya itu, layak dipertimbangkan duduki jabatan pimpinan tinggi pratama, Komunikasi dan Informasi,” seloroh dia.

Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara masih belum bisa memberikan keterangan. Nomor yang bersangkutan tidak aktif, termasuk saat dihubungi melalui aplikasi Whatsapp.

Sekretaris BKPSDM Kota Tasikmalaya, Hj Ely Suminar mengatakan tindak lanjut dari kebocoran data calon pegawai yang bakal mengikuti pengukuhan SOTK baru tahap awal, sehingga masih dalam pembahasan di tingkat sekretaris daerah. Sementara informasi waktu pengukuhan tersebut, pihaknya masih menunggu izin dari pusat.

“Masih dirundingkan (tindak lanjut kebocoran data, Red) di tingkat Pak Sekda, Pengukuhan belum, masih menunggu,” singkat dia.

Sebelumnya, Ketua Harian Solidaritas Pemuda Tunas Tasikmalaya (Sipatutat) Irwan Supriadi angkat suara. Ia menilai tersebarnya dokumen formal meski dalam bentuk file gambar atau bentuk apa pun, jelas-jelas terindikasi kuat berasal dari internal Pemkot. Terutama yang memiliki kewenangan dalam menyimpan file bersifat top secret, setaraf pelantikan pegawai.

“Ini jelas, indikasi kuat dari ‘orang dalam’. Tidak mungkin setaraf office boy atau security bale kota bisa mengantongi dokumen serahasia dan sepenting itu, tentu aparatur dengan kewenangan yang tinggi,” tutur Irwan kepada Radar, Jumat (5/2/2021).

Menurut dia, Pemkot harus serius menelusuri perbuatan tidak baik tersebut. Kemudian menggali motif pelakunya untuk menyebarkan dokumen rencana pengukuhan pegawai terhadap orang luar, dan akhirnya tersebar ke publik dengan masif.

“Ini harus serius, gali motif perbuatannya itu untuk tujuan apa? Dampaknya membuat situasi daerah menjadi keruh di tengah transisi kepemimpinan kepala daerah saat ini,” kata pria yang akrab disapa Iwok itu.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan mengatakan sejak Kamis (5/1/2021), Plt wali kota sudah menegaskan terhadap bawahannya mentracking penyebar dokumen bersifat rahasia tersebut.

Sebab, ia pun yang turut serta dalam rapat pembahasan pengusulan, tidak menyimpan dokumen itu dan malah mengetahui dari pihak luar.

“Pak Plt sudah instruksikan untuk ditelusuri, saya menyayangkan sekali dan prihatin. Sebab, saya pribadi tidak mengantongi file-nya malah dapat dari luar,” keluh Ivan kepada Radar, Jumat (5/2/2021).

Baca juga : Sepekan Berita Kota Tasik; Draf Pelantikan Pejabat Bocor, Maung Galunggung, Waria Meninggal, Investor Masuk Hingga Kisah Burung Mati Minta Tetangga Ganti Rp60 Juta

Dia tidak memungkiri dampak tersebarnya nama-nama pegawai yang bakal dilantik, pada tahap pertama pengukuhan terdiri dari sekitar 200-an pegawai menuai kegaduhan. Seusai data itu tersebar, hampir setiap hari dan setiap kesempatan pertemuan, mendapat pertanyaan yang harus ia klarifikasi terhadap bawahannya yang akan dikukuhkan.

“Saya pribadi juga sudah tegaskan Kepala BPKSDM (Gungun Pahlagunara, Red) menelusuri kebocoran ini, sebab merupakan hal yang tidak baik. Saya banyak mendapat pertanyaan dan konfirmasi yang harus dijelaskan terus-terusan,” tegas Ivan dengan nada meninggi.

Menurut Ivan, adanya pertanyaan dari berbagai pihak menyoal pengukuhan yang dilaksanakan secara bertahap dari kumulatif keseluruhan pegawai yang ada.
Padahal, kata dia, sejalan dengan arahan pusat bahwa pelantikan tidak dapat disekaliguskan dan harus ditempuh bertahap.

“Mungkin yang diutamakan bagaimana pengukuhan pejabat di instansi yang nomenklaturnya mengalami perubahan, maka dikukuhkan. Hanya yang jabatan kosong efek dominonya ditunda dulu tidak langsung diisi,” jelas Ivan. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.