Dua ABG Terciduk di Toilet Masjid, Lagi Ngapain Ya?

313
Nanang Suntana menunjukkan toilet Masjid At-Taqwa Desa Kalideres, yang digunakan DS dan AS Minggu malam (23/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Foto kanan: DS dan AS tidak banyak bicara hanya memainkan handphone.

CIREBON – Dua remaja berlainan jenis terciduk tengah berada di dalam toilet Masjid At-Taqwa Desa Kalideres, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Minggu malam (23/12) sekitar pukul 21.00 WIB.

Diketahui kedua anak baru gede (ABG) tersebut berinisial DS (14) warga Kecamatan Jamblang, dan AS (14) warga Kecamatan Gegesik.

Keterangan yang dihimpun Radar Cirebon, dua remaja itu merupakan pelajar SMP dan satu pesantren di daerah Kecamatan Arjawinangun.  Rupanya, di sana keduanya berkenalan dan saling menyukai, sehingga mereka menjalin hubungan spesial.

Malam itu, DS yang merupakan pacar AS berbaik hati hendak mengatarkan pulang ke rumahnya yang berada di salah satu Desa di Kecamatan Gegesik.

Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba cuaca tidak mendukung dan turunlah hujan cukup deras. Mereka terpaksa mencari tempat berteduh, lalu memarkirkan sepeda motornya di halaman Masjid At-Taqwa Desa Kalideres.

Melihat suasana sepi dan cuaca yang bertambah dingin, DS kemudian mengajak AS masuk ke toilet masjid. Tidak disadari, gerak-gerik mereka diperhatikan oleh Roni, salah satu pengurus Ikatan Remaja Masjid (IRM) setempat.

Roni yang melihat sejoli ini masuk dalam satu toilet bertambah curiga. Sehingga dia menceritakan kepada temannya yang lain.

“Diketahui pertama oleh pemuda masjid yang sedang ada di dalam masjid. Roni dan temannya yang tahu ada perempuan dan laki-laki masuk ke dalam satu toilet langsung mendatanginya. Saat dicek ternyata pintunya terkunci rapat. Kemudian digedor. DS sempat jawab ya. Setelah beberapa lama kemudian mereka keluar. Waktu keluar, DS dan AS masih menggunakan pakaian lengkap,” kata Nanang Suntana, aparat Desa Kalideres.

Ketika pintu terbuka, DS dan AS terlihat pucat. Mereka tampak gemetar karena di luar sudah banyak pemuda. Keduanya semakin ketakutan saat dibawa ke balai Desa Kalideres. Suasana pun sempat ramai. Banyak pemuda datang untuk melihat.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita bawa ke balai desa. Saat diinterogasi, mereka tidak mengakui berbuat yang aneh-aneh,” imbuhnya.

Satu jam kemudian, Nanang Suntana menghubungi keluarga dua ABG tersebut agar menjemput mereka pulang. “Orang tua mereka kecewa berat. Tahunya, anak mereka itu mondok. Tapi kok bisa sampai Desa Kalideres. Saya kemudian kembalikan lagi kepada orang tua mereka untuk menyelesaikan masalahnya,” katanya.

Sementara itu, Soleh, salah satu warga setempat menambahkan malam itu dirinya ikut mengamankan dan menanyakan identitas keduanya.

“Awalnya mereka tidak mau menjawab. Sempat ramai di balai desa. Sampai pukul 23.00 WIB para pemuda baru bubar setelah keluarga DS dan AS datang menjemput,” terangnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.