Dua Aksi Damai di Kota Santri

257

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Ribuan massa yang ter­gabung dalam Aliansi Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) melakukan aksi bela panji tauhid. Ratusan bendera dan atribut berlafaz La Ilaha Illallah pun berkibar di tengah lautan massa yang memadati jalan di pusat kota.

Usai salat zuhur, massa dari berbagai organisasi berkumpul di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Sebelum turun ke jalan, mereka diberi pembekalan bahwa aksi tersebut ditujukan dengan damai dan massa diminta tidak terprovokasi.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Achef Noor Mubaraq, KH Aminudin Bustomi, Ustaz Ikmal Isbahizzaman, KH Mubin, Ustaz Hilmi Afwan, Ustaz Iri, Ustaz Maman Suratman, H Jaka, H Noves Narayana dan para tokoh Al Mumtaz.

KH Aminudin mengungkapkan aksi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap agama. Aksi pembakaran bendera tauhid perlu disikapi dengan serius. “Itu (bendera yang dibakar, Red) adalah panji Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Namun demikian pihaknya meminta umat tetap waspada dari segala provokasi yang mungkin datang. Pihaknya meminta massa supaya melaksanakan aksi dengan damai.

Usai pembekalan, massa pun merapatkan barisan di kawasan Tugu Adipura untuk melakukan longmarch.

Aktivis Al Mumtaz Asep Lugeza menerangkan aksi lebih kepada dakwah bagi masyarakat mengenai keutamaan kalimat syahadat. “Kalimat ini lebih berat dari 7 lapis bumi dan langit,” ujarnya.

Pihaknya menyesalkan ada pembakaran bendera tersebut, pasalnya itu merupakan panji Rasulullah SAW dan otomatis bendera umat Islam. “Jadi bukan benderanya HTI, tapi bendera seluruh kaum muslimin,” katanya.

Aktivis Islam Tasikmalaya Ustaz Iri menegaskan aksi turun ke jalan itu, tidak untuk mendiskreditkan pihak manapun. Dia percaya yang melakukan pembakaran bendera adalah oknum yang sedang khilaf. “Kita tidak melihat karena organisasinya, tapi siapa pun yang membakar bendera tauhid adalah sebuah kesalahan besar,” tegasnya.

Ustaz Maman Suratman menambahkan aksi damai ini merupakan reaksi dari umat muslim yang tidak terima adanya pembakaran bendera tauhid. Menurutnya, hal itu wajar karena apa yang terjadi tidak bisa ditolerir.

“Jadi kita lebih kepada mengingatkan supaya kejadian tersebut tidak terulang,” katanya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH meminta massa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Jangan sampai terjadi hal-hal yang menciderai tujuan baik dari aksi tersebut. “Buktikan bahwa kita mencintai Islam, mencintai Indonesia, mencintai Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Ribuan massa aksi melakukan longmarch dari Tugu Adipura menyusuri jalur HZ Mustofa – Nagarawangi- Jalan Vetera Pasar Wetan dan kembali ke tugu Adipura. Selain atribut poster dan bendera, massa pun membentangkan kain bertuliskan lafaz La Ilaha Illallah sepanjang kurang lebih 100 meter. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.