Dua Bocah Kembar Jadi Korban Sodomi

34
EKSPOSE. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menghadirkan pelaku sodomi dalam ekspose di Mapolres Garut Senin (8/10). Pelaku diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak kembar di bawah umu. (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

CIBATU – Seorang pria berinisial H di Kecamatan Cibatu tega menggagahi dua bocah laki-laki kembar yang merupakan anak warga dekat kampungnya.

Tak tanggung-tanggung, aksi tak senonoh yang dilakukannya terhadap korban Air (13) dan Api (13) (bukan sama sebenarnya) ini dilakukan lebih dari tiga kali dari mulai tahun 2016 sampai Juli 2018.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan berdasarkan keterangan, pelaku bertemu para korban di sebuah kolam renang di wilayah Kecamatan Sukawening.

Dari pertemuan pertama itu, pelaku langsung melancarkan aksinya. Merayu korban dengan mengiming-imingi akan diberi uang Rp 5.000.

“Ketika korban mau, pelaku melakukan aksi bejatnya di sebuah rumah kosong yang masih berada di kampung pelaku,” terang dia kepada wartawan saat ekspose di Mapolres Garut Senin (8/10).

Dari pengakuan pelaku, aksi pencabulan terhadap dua bocah laki-laki ini sudah dilakukan lebih dari tiga kali.

Untuk menutupi perbuatannya, lanjut dia, pelaku mengancam kedua korban. Pelaku mengancam akan membunuhnya jika aksinya tersebut diketahui orang lain.

“Pelaku ini sempat mengancam korban supaya perbuatannya tidak diketahui orang lain,” katanya.

Meski begitu, kata dia, aksi bejat pelaku diketahui orang tua korban yang melihat keanehan pada perilaku korban. Setelah didesak orang tuanya, korban mengakui bahwa sudah digagahi oleh pelaku.

“Atas dasar itu, orang tua korban melaporkan kepada kami dan langsung ditindak lanjuti dengan menangkap pelaku di rumahnya,” terangnya.

Ditanya terkait jumlah korban pencabulan pelaku, kapolres menjelaskan sampai saat ini pelaku mengaku hanya dua anak yang jadi korban.

“Sedang kami kembangkan lagi. Kami akan buka posko pelayanan terkait aduan jika ada tambahan korban,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah memeriksa kepribadian pelaku. Apalagi pelaku mengaku belum pernah menikah.

“Kami sedang tunggu hasil psikologi, ada kemungkinan kelainan. Dia masih bujangan dan suka sesama jenis,” paparnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal 82 UU RI Nomor 35 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 5 sampai 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sementara itu, Budi mengimbau agar orang tua selalu mengawasi pergaulan anaknya. Kejahatan pedofilia dan sesama jenis cukup marak. Harus lebih selektif kepada pergaulan anak.

“Termasuk cek kebiasaan anak tersebut,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.