Beranda Tasikmalaya Dua Bupati, Cising Molor, Sudah Habiskan Anggaran Rp 1 Triliun

Dua Bupati, Cising Molor, Sudah Habiskan Anggaran Rp 1 Triliun

103
BERBAGI

SINGAPARNA – Pem­ba­ngu­nan mega proyek Jalan Ciawi-Singaparna sudah menghabiskan anggaran Rp 1 triliun, sejak 2003-2018. Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya Mamik M Fuadi ST MT kepada Radar, Rabu (28/3).

Memang sejak 2003 alokasi anggaran untuk Jalan Cising selalu ada, hanya jumlahnya tidak tetap. Seperti tahun anggaran 2017 mendapatkan Rp 24 miliar, sedangkan tahun ini Rp 22 miliar. “Tahun 2017 anggaran dipergunakan untuk pembangunan Jembatan Cibodas dan Leuwidahu. Serta kupasan bukit yang menuju Jembatan Cibeureum.

Sedangkan anggaran tahun ini untuk trase jalan yang melalui Jembatan Cibereum, termasuk pembentukan badan jalan dan tembok penahan tebing (TPT),” jelasnya.
Mamik menjelaskan pasca pembangunan tahun ini, Jalan Cising diyakini akan segera selesai dan bisa dilalui kendaraan. “Target tahun ini bisa selesai semua proses pembangunannya,” jelasnya.

Lambatnya pembangunan Jalan Cising berkaitan dengan keterbatasan anggaran. Walaupun setiap tahun ada alokasi anggaran, tapi jumlahnya tidak tentu. Kemudian kendala lainnya untuk menyelesaikan Jalan Cising harus meratakan beberapa bukit yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ucu Mulyadi SP menganggap bahwa pemerintah tidak fokus membangun Jalan Cising. Pasalnya sudah hampir 15 tahun, mega proyek ini tak kunjung bisa dirasakan masyarakat sepenuhnya. “Tidak fokusnya dilihat dari pengajuan dan alokasi anggaran untuk pembangunan Jalan Cising. Padahal kalau maksimal anggaran dari bantuan pusat dan provinsi bisa terpusat untuk Cising,” bebernya.

Seharusnya pemerintah mempunyai satu target dan fokus dalam pembangunan satu per satu, jangan beralih ke pembangunan lain. Lamanya pembangunan Cising jelas berdampak kepada proyek lain, seperti pembangunan Jalan Lingkar Utara dan Selatan yang belum dimulai. “Kemudian dampak lainnya pertumbuhan perekonomian di area tersebut menjadi lambat, pelayanan terhambat serta jalan yang sudah dibangun terlebih dahulu rusak kembali,” bebernya.

Mega proyek ini sudah terlalu lama belum selesai. Sejak kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Dr H Tatang Farhanul Hakim sampai sekarang belum kunjung rampung. (dik)

Harapan Besar dari Masyarakat

PENYELESAIAN Jalan Ciawi-Singaparna menjadi harapan besar bagi masyarakat Tasik Utara dan yang terlalui. Pasalnya mega proyek yang sudah menghabiskan anggaran Rp 1 triliun dengan panjang 24 kilometer ini akan menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat.

Camat Sukahening Kusnanto mengatakan semua masyarakat sangat mengharapkan jalan ini segera diselesaikan. Sehingga akses menuju ibu kota bisa lebih cepat. Termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin baik.

Hal senada juga dikatakan Camat Sukaratu H Utang Rustandi SSos MSi mengatakan hampir setiap minggu berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Kecamatan Sukaratu terkait kondisi Jalan Cising yang sudah rusak.

“Saya sering menyampaikan keluhan dari masyarkaat soal jalan yang rusak dan berlubang ke UPT supaya diperbaiki,” jelasnya. Diharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperhatikan kondisi Jalan Cising yang sudah rusak kembali.

Selain perbaikan kondisi jalan yang mulai rusak, masyarakat juga sangat berharap bisa segera diselesaikan dan tembus ke Ciawi. Karena dampak baik pasca selesainya akses jalan ini terhadap masyarakat sangat tinggi, di mana masyarakat bisa memanfaatkan lahan pinggir jalan untuk membuka toko dan berjualan.

Camat Padakembang Samsudin meminta PUPR segera menyelesaikan dan melakukan pemeliharaan Jalan Cising. Sehingga masyarakat bisa lebih nyaman dalam berkendara di jalan tersebut. (dik)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.