Dua Calon Bupati Tasik Tidak Bisa Nyoblos

846
0
DIWAWANCARA. Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Istianah MAg saat menjelaskan pelaksanaan Pilkada Serentak Tasikmalaya diruangannya, Selasa (1/12). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Dua calon bupati Tasikmalaya tidak memiliki hak pilih dalam Pilkada Serentak yang akan berlangsung 9 Desember 2020. Sebab, kedua calon bupati tersebut berdomisili di wilayah Kota Tasikmalaya.

Calon bupati tersebut yakni H Azies Rismaya Mahpud dan DR H Iwan Saputra, keduanya merupakan peserta Pilkada nomor urut 1 dan 4. Sementara dua calon bupati lainnya H Ade Sugianto, calon bupati nomor urut 2 dan Cep Zamzam, calon bupati nomor urut 3 dipastikan akan menyalurkan hak suaranya.

“Ya memang di Pilkada kali ini, ada dua calon bupati yang tidak akan menyalurkan hak pilihnya. Mereka adalah H Azies Rismaya Mahpud dan H Iwan Saputra. Karena tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Istianah MAg kepada Radar, Selasa (1/12).

Sementara itu, untuk calon wakil bupati semua dipastikan akan menyalurkan hak suara, karena semuanya berdomisili di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. “Kalau untuk calon wakil bupati semua akan menyalurkan hak pilih,” tuturnya.

Istianah menjelaskan dalam pemungutan dan penghitungan suara di Pilkada 2020 ini, KPU akan menggunakan real count dengan Sistem Rekapitulasi Penghitungan Suara atau (SIREKAP) dan sistem penghitungan secara manual dari hasil laporan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kecamatan.

“Kalau dulu real count KPU itu menggunakan SITUNG. Jadi penghitungan secara manual juga ada, tetapi yang dijadikan dasar adalah hasil penghitungan yang resmi itu adalah secara manual,” jelas dia.

Untuk SIREKAP sendiri, kata Istianah, posisinya hanya sebagai alat bantu dalam perhitungan hasil pemungutan suara secara real count agar dipublikasikan. “Jadi masyarakat sudah bisa melihat hasil sementara penghitungan yang sudah dilaksanakan di setiap TPS,” paparnya.

Baca juga : Usai Ngambil Madu Odeng, Buruh Meninggal di Warung di Urug Kawalu Kota Tasik

“Adapun perhitungan secara manual, biasanya data naik dari TPS ke PPK kemudian disampaikan ke KPU. Dalam waktu yang agak lama, bisa satu sampai dua hari atau lebih, karena data hasil penghitungannya berasal dari TPS, ke kecamatan sampai ke KPU,” tambah dia.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Jajang Jamaludin SAg menambahkan untuk membantu masyarakat yang ingin mengetahui sementara hasil penghitungan suara.

KPU menyediakan layar monitor SIREKAP hasil penghitungan suara sementara di Pilkada Tasikmalaya nanti.

“Namun kepastian hasil penghitungan suara secara menyeluruh pada pemungutan dan penghitungan suara di TPS, tetap menunggu hasil perhitungan secara manual, yang nanti akan dipublikasikan oleh KPU,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.