Beranda Tasikmalaya Dua Gadis Lajang Ditemukan

Dua Gadis Lajang Ditemukan

81
BERBAGI

Sempat Kabur dari Rumahnya di Ciawi
CIAWI – Setelah dinyatakan hilang tiga hari, RR (16) dan DN (17), dua remaja asal Desa Bugel Kecamatan Ciawi, Jumat sore (30/3) ditemukan. Mereka kini telah sampai di rumahnya.

Kapolsek Ciawi Kompol Dedi Hermayadi menjelaskan RR dan DN ditemukan di Kota Bandung Jumat sore (30/3).

“Alhamdulillah keduanya berhasil kami temukan pada (Jumat, 30/3) pukul 15.00 di sekitar Pusdai Jawa Barat Jalan Dipenogoro Kota Bandung,” ungkap Dedi tadi malam.
Sebelumnya, kata Kapolsek, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyebaran informasi tentang hilangnya dua remaja putri itu. Pencarian melalui jalur formal dan media sosial.

“Kami mendapatkan informasi bahwa kedua orang anak ini berada di Bandung,” bebernya. Setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya bersama keluarga kedua anak itu menuju lokasi.

Lalu apa motif kedua remaja putri itu meninggalkan rumah? “Katanya ingin menemui temannya,” ujar dia. Teman kedua remaja putri itu berada di Jakarta.

Hasil pemeriksaan polisi, kata Kapolsek, tidak ada kelompok yang membawa RR dan DN kabur dari rumahnya. “Mungkin saking ingin bertemu dengan teman. Jadi keduanya nekat berangkat,” jelasnya.

Keduanya, kata dia, meninggalkan rumah menuju ke Kota Bandung menggunakan bus umum. Kemudian angkutan kota. Lalu berjalan kaki. “Jadi mereka berangkat hanya berdua ke Bandung,” tandasnya.

Dalam wawancara sebelumnya, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menjelaskan dua remaja putri dilaporkan menghilang oleh orang tuanya pada 27 Maret 2018. Saat itu pihak keluarga melalui aparat desa melaporkan hilangnya RR dan DN melalui sambungan telepon kepada KPAID.

“Namun sebelumnya, saya sarankan mencari lebih optimal sebelum melaporkan kepada pihak kepolisian dan KPAID,” kata Ato Rinanto Jumat (30/3).

Pihak keluarga pun terus melakukan pencarian hingga masuk ke lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat dua remaja itu berada. Hasilnya, sampai tadi malam belum ditemukan.

“Sebelumnya itu sudah dicari oleh pihak keluarga dengan pihak Polsek Ciawi dengan sasaran kantong anak punk, namun tidak ditemukan,” ujar dia.

Karena pencarian sudah satu hari satu malam, akhirnya pihak keluarga bersama, kepala desa dan Polsek Ciawi melaporkannya ke KPAID Rabu (28/3).

Mereka lalu melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota didampingi KPAI. “Setelah kami analisis dari laporan diduga dua remaja itu sengaja meninggalkan rumah,” jelas dia.

Informasi yang diterima KPAID dari pihak keluarga, kata Ato, kedua remaja itu dijemput teman laki-lakinya menggunakan motor Selasa 27 Maret siang. “Setelah itu pihak keluarga kehilangan jejak,” ujar dia.

Kedua remaja itu, kata Ato, masih berstatus pelajar tingkat pertama dan tingkat atas. RR siswi di sekolah tingkat pertama. Adapun DN tingkat atas.

Apakah ada masalah di keluarga hingga mereka meninggalkan rumah? Tidak ada, kata Ato. “Saya menilai penyebabnya mereka ini ingin bebas dan terbawa oleh pergaulan yang saat ini sangat kuat mempengaruhi remaja,” analisis Ato.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna prihatin atas terulangnya remaja meninggalkan rumah di Tasikmalaya. Terlebih, mereka pergi akibat pergaulan bebas.

“Saya prihatin. Selain itu yang hilangnya adalah remaja perempuan,” ujar dia.
Saat ini, kata dia, harus dicari penyebab anak-anak remaja itu meninggalkan rumah. Itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan semua pihak.

“Itu harus kita kerjakan bersama, supaya kejadian itu (hilangnya anak rema, Red) tidak berulang-ulang,” tandasnya.

Sebelumnya, enam remaja putri asal Kecamatan Pagerageung dan Kadipaten meninggalkan rumah. Kini, mereka sudah kembali. (ujg)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.