Dua Hari Terkumpul 21 Juta untuk Lombok

1
KUMPULKAN BANTUAN. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan Forum Komunikasi Puskesmas (FKP) mengumpulkan dana bantuan dan logistik bagi korban gempa bumi di Lombok Kamis (23/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mengerahkan pegawai untuk menggalang bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa di Lombok. Tak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas, tenaga medis di tiap puskesmas turut dikerahkan mengumpulkan logistik maupun dana.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zainal Kholis menceritakan pihaknya terdorong mengumpulkan bantuan saat mendengar PMI Kota Tasikmalaya hendak berangkat ke lokasi bencana pada 24 Agustus.

“Senin saya dengar itu dari PMI, maka kami inisiatif mengajak seluruh insan kesehatan supaya bisa turut membantu. Mengingat korban ditimpa bencana dengan segudang kisah menyedihkan,” ungkapnya di sela pengepakan logistik, Kamis (23/8).

Menurutnya, antusias para pegawai cukup baik dalam pengumpulan donasi. Terbukti dana dari Dinkes dan Puskesmas sebanyak Rp 21.700.000 terkumpul dalam dua hari, pasca ajakan penggalangan disebar melalui surat dan Whatsapp.

“Besok (Jumat 24 Agustus, Red) PMI akan berangkat. Maka kita titipkan supaya meringankan beban warga yang menjadi korban di Lombok,” jelasnya.

Saat ini, kata Cecep, pihaknya baru dapat mengumpulkan bantuan berupa uang tunai, popok bayi, selimut, pakaian baru maupun bekas hingga perlengkapan salat. Namun, apabila dibutuhkan tenaga medis Dinkes siap kerahkan personel untuk berangkat ke Lombok.

Ketua Forum Komunikasi Puskesmas  (FKP) Aa Ahmad Suhendar menjelaskan dari 21 puskesmas se-Kota Tasikmalaya belum semua melakukan pengumpulan bantuan secara maksimal.

Dari FKP sendiri, kata dia, jumlah dana terkumpul mencapai Rp 17.156.000. Ditambah sejumlah makanan, pakaian serta logistic lainnya yang tentu dibutuhkan korban gempa. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.