Dua Jenderal Masuk Daftar Poros Tengah di Pilgub Jateng

105
0

JAKARTA – Jelang Pilgub Jateng 2018, tiga partai politik sepakat merangkai koalisi.

Partai Golkar, PPP, dan Partai Demokrat membentuk poros tengah. Saat ini tiga parpol tersebut intensif menjalin komunikasi untuk mematangkan konsep.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah (Jateng) Masrukhan Syamsurie menjelaskan, ide membentuk poros tengah muncul empat bulan silam.

Gagasan itu lahir untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Sebab, saat ini hanya ada dua kubu yang dipastikan meramaikan bursa pilgub Jateng. Pertama, koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS yang mengusung bakal calon gubernur (cagub) Sudirman Said.

Kedua, kubu PDI Perjuangan (PDIP). ”Kalau hanya dua, pilihan masyarakat sangat terbatas,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Koalisi poros tengah sedang memetakan persoalan di seluruh daerah di Jateng. Mereka menyusun konsep solusi untuk menentukan figur yang cocok.

Mengenai nama-nama kandidat, Masrukhan enggan membocorkan. Rencananya awal Januari ini baru diumumkan ke publik.

Soal waktu yang terbilang mepet dengan jadwal pendaftaran cagub-cawagub, dia menganggap bukan masalah serius.

Masrukhan menjelaskan, poros tengah masih membuka pintu bagi partai lain yang ingin bergabung. Misalnya PKB yang saat ini belum menentukan langkah.

Rencananya, Masrukhan juga mendekati Partai Hanura. Meski tidak punya kursi di DPRD Jateng, dia menilai Hanura punya banyak pendukung.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membeberkan sejumlah nama yang punya kans untuk diusung koalisi poros tengah.

Antara lain mantan Sekda Jateng Hadi Prabowo, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo, dan Ketua DPD Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono.

”Di Jateng banyak bertebaran bintang. Kalau poros ini solid, tidak tertutup kemungkinan akan jadi. Waktu sepuluh hari sangat mungkin untuk melakukan konsolidasi,” terangnya.

Nama Sekda Jateng Sri Puryono juga diincar koalisi poros tengah. Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti telah melakukan lobi-lobi kepada Sri Puryono.

Komunikasi itu dilakukan sebagai penjajakan sekaligus verifikasi oleh tim internal partai.
”Kami berupaya mempersiapkan agar ada poros baru lagi selain poros PDIP dan Gerindra. Kami munculkan nama Pak Sri Puryono. Juga ada Bambang Eko Purnomo, ketua Pemuda Pancasila Jateng,” jelasnya.

Tidak ingin terburu-buru, Demokrat berencana menentukan langkah setidaknya hingga 4 Januari 2018. Saat ini pihaknya intens berkomunikasi dengan sejumlah partai.

Masih ada parpol yang berpotensi membangun poros baru. Yakni PPP, Golkar, dan PKB. Karena itu, pihaknya terus berupaya menjalin komunikasi agar poros baru tersebut bisa terbentuk.

”Kami finalisasi 4 Januari 2018. Saat ini kami sedang membangun komunikasi intensif dengan semua partai. Kami juga masih menggodok nama-nama ini (Sri Puryono dan Bambang Eko), termasuk kesiapan nama-nama ini untuk dicalonkan,” terang Rinto.

Meski begitu, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan PDIP dan koalisi partai pendukung Sudirman Said. ”Demokrat akan fleksibel. Jadi, kami malah punya tiga alternatif.”

Sementara itu, Sri Puryono ternyata tak ingin mencalonkan diri sebagai gubernur maupun wakil gubernur. Dia mengaku sudah cukup puas dengan jabatan sekarang.

”Saya cukup Sekda. Cita-cita saya saat pensiun ingin jadi dosen, takmir masjid, itu saja selesai,” ucapnya.

Puryono ingin menjaga kondusivitas internal birokrasi di Jateng. Biasanya, ketika Sekda ikut maju pilgub, terjadi kegaduhan di internal birokrasi.
Dampaknya, pelayanan publik tidak berjalan maksimal. ”Saya jaga supaya PNS atau ASN tidak goyang. Kalau Sekdanya nyalon kan mereka takut kehilangan jabatan dan lain-lain,” jelasnya. (amh/c9/oni)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.