Dua Korban Pencabulan Saling Tahu, Tidak Berani Melaporkan

58
0

KARANGPAWITAN – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Barat (Jabar) Diah Puspitasari berharap pelaku pencabulan terhadap dua anak di bawah umur mendapat hukuman berat.

“Perbuatan pelaku ini sudah di luar nalar akal sehat. Korbannya anak sendiri yang masih di bawah umur. Jadi pantas dihukum seberat-beratnya,” ujarnya Minggu (7/7).

Diah mengaku akan mendorong penyidik untuk menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni pasal 82 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak jo UU RI Nomor 17/2016 tentang pemberatan hukuman. Pelaku juga bisa dikenai pasal 64 KUHP tentang perbuatan berlanjut. “Penderitaan para korban ini lebih dari empat tahun. Saya harap berikan hukuman maksimal hingga hukuman seumur hidup,” terangnya.

Sementara itu, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut telah menerima hasil visum dua korban yang dicabuli oleh ayahnya. Dari hasil visum, pelaku berinisial UR (42) mencabuli anak ketiganya yang baru lulus sekolah dasar (SD) berkali-kali.

“Dari hasil visum, ada luka acak di bagian kemaluannya. Jadi diduga pelaku ini tidak hanya satu kali saja melakukan aksi pencabulannya, tetapi berkali-kali,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng saat dihubungi Rakyat Garut, Minggu (7/7).

Setelah menerima hasil visum, pihaknya juga kembali memeriksa pelaku dan mengakui aksi pencabulan tersebut dilakukan sudah beberapa kali. “Jadi pelaku ini sudah melakukan pencabulan terhadap anak ketiganya ini sejak korban kelas 5 SD,” katanya.

Maradona menerangkan dari pemeriksaan, pihaknya juga menemukan fakta baru, yakni pelaku melakukan aksi pencabulan terhadap kedua korban dengan disaksikan anak-anak yang lain. Aksi pelaku diketahui anak yang lain karena ketiga anaknya tidur bersama dalam satu kamar. “Jadi aksinya itu ketika anak-anaknya sedang tidur bersama. Sehingga anaknya yang lain mengetahui,” terangnya.

Meski aksi pelaku diketahui anak yang lainnya, tetapi mereka tidak berani melapor, karena di bawah tekanan pelaku. “Kita masih terus mendalami perkara ini, untuk mengungkap tindakan pelaku lainnya,” katanya.

Kedepannya, pihaknya akan memeriksa anak pertama korban yang saat ini tinggal bersama neneknya. Sebab, berdasarkan informasi anak pertama pelaku sebelumnya pernah tinggal satu atap dengan pelaku.

Diberitakan sebelumnya, UR diketahui mencabuli dua anak perempuannya. Yakni anak kedua dan ketiga. Akibat perbuatannya, anak keduanya bahkan melahirkan seorang anak. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.