Beranda Kota Tasik Dua Minggu, Perekaman Wajib Selesai

Dua Minggu, Perekaman Wajib Selesai

161
BERBAGI
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA menyERAHKAN DATA. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyerahkan data masyarakat wajib KTP yang belum melakukan perekaman kepada Camat Cihideung Wawan Herawan di Bale Kota, Jumat (19/1).

BUNGURSARI – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman memberi waktu dua minggu kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk menyelesaikan perekaman E-KTP. Mengingat masih banyak warga yang belum dilakukan perekaman. Hal itu diungkapkan saat evaluasi masih banyaknya warga yang belum terekam E-KTP bersama camat dan lurah se-Kota Tasikmalaya di Bale Kota, Jumat (19/1).

Pada kesempatan tersebut, Budi meminta lurah dan camat untuk membantu Disdukcapil dalam jemput bola kepada warga yang belum melakukan perekaman E-KTP. Saat ini jumlah yang belum dilakukan perekaman E-KTP sebanyak 37.382 orang dari total wajib KTP sebanyak 546.381.

Dengan diintruksikannya camat dan lurah dalam jemput bola kepada warga yang akan direkam E-KTP. Dia yakin upaya tersebut akan optimal, sehingga dua minggu kedepan semua warga sudah direkam dan bisa diterbitkan kepingan E-KTP. “Kan sudah diberi data by name by address, jadi tinggal mendatangi langsung supaya lebih cepat,” unjarnya kepada wartawan kemarin.

Budi menjelaskan, upaya tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam memfasilitasi masyarakat untuk bisa menyalurkan hak pilihnya. Apalagi dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan Pilgub Jabar 2018. Sehingga semua masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk segera memenuhi persyaratan diantaranya E-KTP. Selain itu, penggunaan KTP bukan hanya untuk pemilu saja namun untuk keperluan lainnya. “Semua urusan di Republik Indonesia kan dimulai dari KTP,” terangnya.

Wawancara di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil Drs H Imih Misbahul Munir mengatakan target perekaman kepada seluruh warga yang wajib KTP bukan hal mustahil untuk dicapai. Namun untuk sampai pada pencetakan kepingan E-KTP perlu melalui proses, diantaranya penunggalan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang prosesnya tidak sebentar. “Kalau itu kan (penunggalan NIK, Red) ranahnya pusat, kita hanya bisa mengupayakan sesuai dengan kewenangan kita,” terangnya.

Dalam teknisnya nanti, Imih meminta setiap camat dan lurah untuk mendatangi langsung warga yang tercantum dalam data. Sehingga bisa semakin cepat proses perekaman.

Terpisah, Anggota KPU Kota Tasikmalaya Hotum Hotimah mengatakan saat ini memang belum ada program khusus sosialisasi pilgub secara tatap muka kepada pemilih pemula. Saat ini sosialisasi baru menyentuh melalui media massa, baliho, spanduk, banner dan leaflet. “Penerima informasi itu juga diantaranya pemilih pemula,” jelasnya.

Selain itu sosialisasi juga dilakukan ditingkat Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan berbagai cara, mulai dari ke sekolah, pengajian dan kepada ketua RT/RW. (rga)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.