Pemuda & Siswa PAUD di Tasik Tewas di Sungai dan Kolam Renang

232
0
ilustrasi
Loading...

TASIK – Dua orang meninggal dunia karena tenggelam di Kabupaten Tasikmalaya saat menjelang pergantian tahun. Mereka tenggelam di tempat berbeda.

Korban pertama adalah Rafael Afkori (6). Dia warga Kampung Gintung Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.

Murid PAUD itu tewas tenggelam saat berenang ditempat wisata kolam renang Tirta Cahaya Abadi di Kampung Simpangsari Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong, Senin (30/12/2019).

Kapolsek Bantarkalong AKP Iteng mengatakan kronologi kejadiannya berawal Senin (30/12) pukul 12.00, korban Rafael Afkori (6) berenang di tempat wisata kolam renang Tirta Cahaya Abadi bersama kedua orang tuanya.

”Jadi pada saat korban bersama keluarganya selesai berenang kemudian naik dari kolam renang menuju kamar bilis untuk bersih-bersih tanpa disadari oleh orang tuanya, si anak malah kembali untuk berenang,” ungkap Iteng, kepada Radar, Rabu (1/1).

Pada saat itu, terang Iteng, nenek korban Yeni, baru menyadari pas keluar dari kamar ganti tidak melihat korban, kemudian bersama kedua orang tua anak berusaha mencarinya.

“Dede, dede, katanya, lalu penjaga kolam renang mencoba membantu mencari, ternyata korban sudah tenggelam berada di dasar kolam renang. Pas mau dikasih napas buatan, dibawa ke Puskesmas Bantarkalong, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Iteng.

Loading...

Kepala Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah Yoyo meminta kepada para orang tua yang membawa anaknya ke tempat wisata rekreasi untuk terus mengawasi. Itu agar tidak seperti kejadian yang dialami Rafael.

“Kita ikut bela sungkawa, di samping prihatin, pengawasan orang tua harus lebih lagi, jangan membiarkan anak bermain sendiri, termasuk dari pihak pengelola tempat wisata harus mengawasi juga,” kata dia.

Korban tenggelam kedua Helmi Maulana (21). Dia warga Kampung Nagrog Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Helmi tewas tenggelam di Sungai Leuwigintung dan terbawa arus air kali Cilonggan Selasa (31/12/2019).

Kapolsek Sodonghilir AKP Muhammad Safar mengungkapkan korban tenggelam diketahui pertama oleh warga di aliran Sungai Leuwigintung Kali Cilonggan Dusun Parakantilu Desa Muncang Sodonghilir.

“Kejadiannya sekitar pukul 13.00. Awalnya sekitar jam 10.00 korban berangkat bersama temannya mencari ikan dengan menggunakan setrum di Leuwigintung,” kata Safar.

Saat masuk waktu Zuhur, lanjut dia, ikan hasil tangkapan korban bersama temannya tersebut dibakar di pinggir Sungai Leuwigintung. Lalu setelah itu korban berenang di kali tersebut dan temannya sempat melarang karena arus air cukup deras.

“Korban malah meneruskan berenang sambil tertawa ke tengah kali yang dalamnya kurang lebih empat meter, karena aliran sungai deras dengan kondisi air berputar ke bawah seperti menyedot, akhirnya korban terbawa hanyut,” ujar Safar.

Kemudian, tahu bahwa korban terbawa hanyut dan tenggelam teman-temannya berusaha menolong, namun korban sudah tidak terlihat ke permukaan air.

“Baru sekitar pukul 15.00 korban di temukan terbawa hanyut ratusan meter dari tempat berenang, pas ditemukan sudah tidak bernyawa. Kita turunkan anggota, dan membawa korban ke rumah duka bersama warga,” tambah dia.

Anggota Polsek Sodonghilir dibantu petugas medis dari Puskesmas Sodonghilir mendatangi rumah korban, untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, korban tewas tenggelam, karena di tubuh korban baik di kepala maupun badan sampai ke kaki tidak di temukan luka kekerasan apapun.

“Pihak keluarga menyadar dan menerima sebagai musibah, tidak menuntut kepada siapa pun, korban langsung dimakamkan di pemakaman umum di Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir,” ungkapnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.