Dua Peserta CPNS Manipulasi IPK

396

PANGANDARAN – Setelah dinyatakan lulus, dua orang peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 memilih mundur. Karena diketahui melakukan manipulasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Kabid Pengembangan Kompetensi dan Informasi BKPSDM Kabupaten Pangandaran Sofyan Tanjung mengatakan satu orang CPNS menyatakan mundur dengan alasan orang tuanya sedang sakit keras, sementara dua orang lagi ketahuan memanipulasi nilai IPK saat pemberkasan beberapa waktu lalu.

”Keduanya (yang memanipulasi IPK, Red) warga Pangandaran. Kita ketahui saat pemberkasan pengangkatan CPNS,” ujarnya kepada Radar, Rabu (6/2).

Menurutnya, dua orang yang memanipulasi nilai IPK mengambil formasi guru SD. Sementara yang satu lagi mengambil formasi Analis Mutu Produk. ”Jadi nilai IPK-nya itu berbeda antara yang ada di berkas dengan yang di-upload ke website,” tegasnya.

Lanjut dia, minimal IPK yang bisa melamar untuk formasi tersebut adalah 2,75, sementara keduanya memiliki nilai dibawah angka tersebut. ”Ada yang nilainya 2,30 diubah jadi 2,80, ada yang 2,70 menjadi 2,75,” ucapnya.

Pihak BKPSDM langsung memanggil keduanya, setelah dibeberkan keduanya memutuskan untuk memundurkan diri.

”Kasus seperti ini di kota dan kabupaten lain juga terjadi, ada manipulasi usia, nilai dan persyaratan lain,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera melaporkan temuan manipulasi IPK tersebut ke Kementerian Dalam Negeri, sambil meminta rekomendasi mengganti ketiganya. ”Kemungkinan yang akan menggantikannya peserta yang menempati ranking dua,” terangnya.

Sofyan menyayangkan apabila mereka berusaha ikut di Ciamis, kemungkinan akan lolos. ”Kalau persyaratan di Ciamis IPK-nya minimal 2,00,” tuturnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.