Dua Pesilat Asal Kabupaten Tasik Raih Juara 2 Perorangan

67
0
Loading...

TASIK – Dua Atlet Putra dan Putri pesilat dari Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih juara 2, pada Festival Pencak Silat tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2020, yang telah berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 November.

Untuk pesilat yang meraih juara kedua
Putera kategori penampil terbaik yakni, atas nama Gibran Irhab Firjatullah dan juara 2 puteri kategori penampil terbaik atas nama Kirana Najmi Nuraisyah.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tasikmalaya Ipin Arifin mengaku sangat mengapresiasi kegiatan festival yang diselenggarakan oleh Pemprov Jabar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tersebut.

“Kegiatan tersebut sangat positif guna melestarikan kesenian tradisional.
Selain itu guna mendorong, memotivasi, dan memfasilitasi masyarakat khususnya para generasi muda,” ujarnya kepada Radar, Jum’at (27/11).

Ipin mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 22 kota/kabupaten se Jabar dan terbagi atas tiga kategori.

loading...

Diantaranya kategori perorangan putra/putri (6-12 tahun), berpasangan putra/putri (14-17 tahun), dan perorangan sesepuh putra/putri (di atas 50 tahun).

Sementara IPSI Kabupaten Tasikmalaya yang diikutsertakan sebanyak 6 pesilat usia dini dan remaja.

Sejauh ini untuk festival sudah melakukan persiapan untuk mengikuti latihan, yakni sejak 3 bulan lalu.

Hampir tiap hari para atlet melakukan latihan guna memaksimalkan penampilan saat festival.

“Merasa bangga dengan pengkaderan sejak usia dini yang terus melestarikan budaya pencak silat dan diharapkan dari paguron yang lain terpacu untuk terus belajar dari hal positif agar bisa tampil di tingkat Jabar,” ungkapnya.

Kata Ipin, nantinya para pesilat inu bisa tampil pada PORPROV beberapa tahun ke depan.

Pasalnya untuk melahirkan atlet tidak bisa instan dan harus dari awal. Sehingga diperlukan bimbingan dan latihan keras guna bisa berprestasi.

Perkembangan teknologi yang pesat, ujar Ipin, mau tidak mau perlahan mengikis kesenian tradisional, apalagi untuk milenial.

Sehingga dengan adanya Festival Pencak Silat ini, bisa dijadikan sebagai upaya melestarikan pencak silat yang merupakan warisan budaya bangsa.

“Olahraga pencak silat ini bisa dijadikan sebagai budaya masyarakat,” kata dia menambahkan.

(radika robi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.