Dua Polisi Gadungan Berhasil Diringkus

3
AMANKAN. Dua pelaku pencurian sepeda motor dengan modus sebagai anggota Polisi berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Garut Kota,  kemarin. 

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Unit Reskrim Polsek Garut Kota berhasil mengamankan dua pelaku pencurian sepeda motor dengan modus sebagai anggota polisi.

Dua pelaku yang diketahui berinisial YS (38) warga Jayaraga, Kecamatam Tarogong Kidul dan IR (36) warga Suci Kecamatan Karangpwitan ini berhasil diringkus usai beraksi di Jalan Kabupaten, Garut Kota, Selasa (11/9).

Kapolsek Garut Kota Kompol Uus Susilo mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan salah satu korban bernama Robi Jatnika (21) yang kehilangan motor Yamaha Vixion di Jalan Kabupaten,  dekat Pendopo Garut.

”Dari laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelaku di rumah masing-masing, “ terangnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya,  Rabu (12/9).

Dalam melancarkan aksinya,  kata dia,  para pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian dan menanyakan surat-surat kendaraan yang dipakai korban.

Ketika korban tidak bawa surat-surat,  lanjut dia,  para pelaku menyuruh korban pulang dulu untuk mengambil surat-suratnya, sementara motor korban dipegang pelaku.

“Ketika korban pulang,  pelaku langsung kabur membawa motor korban, “ katanya.

Uus mengatakan pelaku sengaja mengincar korbannya yakni anak muda yang baru membeli obat keras di apotek.

“Pelaku ini berpura-pura razia obat keras itu dan berujung menanyakan surat kendaraan,” ujarnya.

Menurut dia,  aksi pencurian kendaraan sepeda motor yang dilakukan pelaku bukan hanya satu kali,  tetapi sudah dilakukan beberaa kali dengan tempat yang berbeda.

“Ada lima TKP yang telah dilakukan para pelaku ini dan terakhir di wilayah Garut Kota, “ paparnya.

Uus mengatakan dari lima lokasi, kedua pelaku berhasil menjual kendaraan hasil curiannya ini sebanyak empat unit, sementara satunya lagi belum berhasil terjual.

“Saat penangkapan,  kami juga berhasil mengamankan satu motor Yamaha Vixion milik korban yang belum terjual pelaku, “ terangnya.

Dia mengatakan, akibat ulahnya tersebut,  kedua pelaku dijerat Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 372 tentang penggelapan, dan pasal 378 tentang perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu.

“Ancamannya empat tahun penjara,” ujarnya.

Uus mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih teliti dan waspada, kepada aparat kepolisian yang menggunakan baju preman atau di luar jam kerja.

“Kalau perlu tanyakan surat tugasnya, jangan mudah percaya,” katanya.

Menurut dia,  seorang anggota polisi diperbolehkan menggunakan baju preman atau non dinas, jika anggota tersebut tengah berada di luar dinas atau tugas tertentu.

“Pakaian biasa bisa (digunakan, Red) dengan tanda kewenanangan, tapi dia tetap memakai surat tugas,” kata dia. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.