Dua Rumah Ambruk, Penghuni Mengungsi

59
0
Istimewa AMBRUK. Rumah milik H Eso Karso (45) di Dusun Sigung II RT 39/14 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng ambruk, Sabtu (23/11).

CIAMIS – Dua rumah di Kecamatan Cikoneng dan Rancah ambruk pada Sabtu dan Minggu (23-24/11). Tempat tinggal tersebut roboh diguyur hujan lantaran kondisinya sudah lapuk. Beruntung, penghuninya kedua rumah itu tidak mengalami luka-luka.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya menerangkan, pada Sabtu rumah milik H Eso Karso (45) di Dusun Sigung II RT 39/14 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng ambruk sekitar pukul 16.00. Saat rumah roboh, pemiliknya sedang berada di luar sehingga tidak mengalami luka-luka. H Eso saat ini sudah mengungsi ke rumah kerabatnya. “Kita ketahui ambruknya rumah korban karena kondisinya sudah lapuk ditambah hujan yang mengguyur cukup lebat,” kata Ade kepada Radar, Minggu (24/11).

Kemudian, kemarin, sekitar pukul 11.30, rumah Rukiwa (46) di Dusun Harumanjaya RT 12/06 Desa Giriharja Kecamatan Rancah juga roboh di bagian dinding belakang. Khawatir ambruk total, penghuninya mengungsi ke rumah saudaranya. Kondisi rumah korban memang sudah lapuk. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di musim hujan. Bila memang rumahnya lapuk, alangkah baiknya tidak ditempati karena rawan ambruk,” imbaunya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Drs H Mochamad Soekiman menerangkan, bencana di musim hujan perlu diantisipasi seperti banjir, longsor, angin kencang dan rumah ambruk. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan atas ancaman bencana itu. “Saya imbau semua masyarakat untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Dia meminta masyarakat membersihkan saluran air berada di sekitar rumah agar tidak menimbulkan banjir. Kemudian, ranting-ranting pohon harus mulai dipangkas agar ketika diterpa angin kencang tidak roboh. Adapun apabila rumah berdiri di tebing-tebing, alangkah baiknya tidak membuat kolam karena bisa menimbulkan resapan yang memicu longsor. “Bencana alam setidaknya bisa dilakukan pencegahan terlebih dahulu dengan upaya kita menjaga lingkungan sekitar,” kata dia. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.