Dudu Terpilih Jadi Dewan Pendidikan Jabar Periode 2019-2024

349
LOLOS SELEKSI. Dudu Nurzaman usai seleksi beberapa waktu lalu. Dia lolos menjadi Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

BANJAR – Guru kelas 5 SD Negeri 1 Banjar Dudu Nurzaman (38) lolos dan terpilih menjadi Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024. Dudu sebelumnya telah menjalani seleksi sejak 2018.

Rencananya Dudu akan dilantik hari ini di Bandung. “Alhamdulillah setelah menunggu lama dari sejak seleksi, akhirnya saya mendapat surat pengumuman bawah lolos seleksi dan terpilih menjadi Dewan Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024,” katanya.

Sebelumnya Dudu menjalani empat tahap seleksi. Diantaranya seleksi adminsitasi, pembuatan curriculum vitae (riwayat hidup) dan interview. “Terakhir seleksi di meja gubernur, yakni dipilih dari tahapan seleksi itu siapa yang lolos,” kata Dudu Senin (15/7).

Ia bangga karena menjadi orang pertama dari Kota Banjar yang menjadi dewan pendidikan provinsi. “Jumlah peserta yang ikut seleksi ada 90 orang, kemudian dipilih 13 orang. Bahkan saat seleksi ada profesor yang ikut seleksi, namun tidak lolos,” ujar pria tamatan magister pendidikan ini.

Guru berprestasi tingkat nasional peringkat ke empat ini berharap setelah menjabat dewan pendidikan provinsi, seluruh aspirasi dari pendidikan maupun komite bisa terserap dengan baik. Selain itu, dia akan mendorong dewan pendidikan tingkat kota kembali aktif.

“Jadi turunannya setelah dewan pendidikan provinsi itu dewan pendidikan kota, kemudian ke komite sekolah. Saya berharap setelah pelantikan nanti, dewan pendidikan tingkat Kota Banjar kembali tumbuh. Sekarang mati suri,” katanya.

Ia mengatakan dewan pendidikan provinsi merupakan mitra kerja gubernur dan kepala Dinas Pendidikan sebagai agen kontrol yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

“Tugas dewan pendidikan provinsi itu menampung kependidikan kabupaten kota dan komite setiap sekolah. Contoh menyerap sejauh mana kebijakan pendidikan yang fokus ke pemberdayaan komite sekolah dan dewan kota/kabupaten serta peran serta orang tua dalam pendidikan,” ujarnya.

Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Kota Banjar Diky Agustaf bangga ada warga Banjar akan menjadi penyambung lidah untuk kepentingan pendidikan. Ia berharap dengan adanya dewan pendidikan provinsi, mutu pendidikan semakin berkualitas dan berkembang.

“Dengan adanya pengurus dewan pendidikan Jawa Barat yang asli orang Banjar, setidaknya selaku forum pemuda peduli pendidikan semoga bisa membantu membentuk kembali Dewan Pendidikan Kota Banjar yang selama ini bisa dikatakan dibekukan,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.