Duet Maut Ala Conte

26
0
ANTONIO CONTE

MILAN – Antonio Conte tak pernah kehilangan cara meramu lini serang andalannya. Saat melatih Juventus, ia menemukan sosok Arturo Vidal dan Mirko Vucinic. Sebanyak 20 gol tercipta dari keduanya dalam perebutan scudetto 2012-2013. Pun demikian saat menakhodai Chelsea, tandem Eden Hazard dan Diego Costa membuat The Blues menjadi kampiun Liga Premier musim 2016-2017.

Hal yang sama juga dilakukan The Godfather-julukan Conte- yang kini melatih Inter Milan. Setelah meminjamkan Mauro Icardi ke PSG, Conte malah membuat lini depan Inter Milan tetap bertaji dan kini makin variatif. Ia menemukan tandem lain yakni Romelu Lukaku dan Lautaro Martiner. Kontribusi duet keduanya membuat performa Nerazzuri jauh lebih baik dibanding beberapa musim terakhir.

Kontribusi semakin nyata saat keduanya dipadukan dalam formasi 3-5-2 racikan pelatih berusia 50 tahun itu Mereka tajam dalam membobol gawang lawan dan apik dalam hal kolaborasi. Meski masih menjadi bayangan Juventus di tangga scudetto, Inter bisa menjawab dengan pertarungan sengit saat Dobel L-julukan Lautaro dan Lukaku- dipadukan.

Hingga matchweek ke 12 Serie A, kedua pemain telah mencetak 11 gol. Lukaku menjadi mesin gol Inter di Serie A. Pemain asal Belgia sudah mencetak 10 gol. Sedangkan, Lautaro tampil bagus di Liga Champions dengan catatan lima gol bagi Inter Milan.

Seperti dalam laga tandang melawan Slvaia Praha di Sinobo Stadium, dini hari kemarin. Kolaborasi yang apik dari dua assist Lukaku untuk gol Lautaro, termasuk satu gol dari pemain Belgia itu membawa Inter Milan menang 3-1.

Usai pertandingan, Conte lebih dahulu memuji performa Martinez dan Lukaku di awal jumpa pers. Ia mengatakan, tanpa Dobel L kemenangan Inter atas Slavia Praha bakal sulit tercipta . Conte merasa keduanya kini sudah menemukan ritme dalam menyerang.

“Ada kepuasan dalam diri saya melihat mereka (Lautaro dan Lukaku) makin berkembang. Kami sekarang bisa bermain lebih kompak dan mereka memiliki tekad yang tinggi dan saya senang,” ujarnya dilansir dari Football Italia.

“Mereka menjadi kunci dalam laga hari ini (kemarin) dan saya sangat senang untuk mereka. Nafsu membuat banyak gol tinggi dan saya tak bisa melarang hal itu,” tambahnya.

Sementara, Lautaro Martinez juga memuji kehebatan Romelu Lukaku atas ketidakegoisannya memberi dua assist kepadanya. Toro-sebutan Lautaro- melihat kedewasaan Lukaku membuat Inter tetap bertaji hingga kini.

“Saya selalu mengatakan tidak masalah siapa yang mencetak gol, selama tim mendapatkan gol dan menang,” ujar Lautaro kepada Sky Sport Italia.

“Romelu adalah pria yang hebat dan kami seperti saudara kami berdua lebih peduli keinginan tim daripada tujuan kami sendiri,” tambahnya.

Semua pujian baik dari Conte dan Lautaro tak membuat Lukaku jemawa. Baginya, kemenangan kemarin adalah hasil kerja keras tim. “Kami baru saja memulai pertandingan hebat hari ini. Kami menunjukkan mentalitas dan keinginan yang tepat untuk memenangkan pertandingan yang sangat penting,” ujar bomber Belgia itu kepada Sky Sport Italia.

Gol di Sinobo adalah gol perdananya di Liga Champions. “Saya sangat senang, saya harus terus berlatih. Pelatih dan saya berbicara tentang ini, bahwa saya akan membuat perbedaan untuk tim di Liga Champions serta Serie A,” tandasnya.

Tambahan satu gol ke gawang Slavia Praha membuat Romelu Lukaku kini sudah mencetak 250 gol dalam karier profesionalnya. Tak ayal, rekor ini akan terus bertambah dan mungkin lebih banyak lagi. Sebab, pemain internasional Belgia tersebut kini baru berusia 26 tahun. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.