Beranda Banjar Dugaan Pemalsuan SP Honorer Jangan Terulang

Dugaan Pemalsuan SP Honorer Jangan Terulang

55
0
BERBAGI

BANJAR – Kurangnya sosialisasi pemerintah terkait kebijakan penerimaan tenaga honorer membuat masyarakat mudah terpedaya segelintir oknum. Itu kenapa muncul korban dalam kasus dugaan pemalsuan SP Honorer.

Seperti yang diungkapkan Dede Munawar warga Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Dede mengaku sempat beberapa kali diajak temannya mendaftar ke seseorang untuk menjadi tenaga honorer di salah satu dinas di Pemkot Banjar.

Karena diminta menyiapkan sejumlah uang, akhirnya dia tak jadi ikut mendaftar.

“Saya dulu pernah diajak teman, katanya ada orang yang bisa masukin jadi tenaga honorer di dinas, tapi harus pake uang. Saya kan belum kerja, jadi gak ada uang,” katanya.

Awalnya dia yakin dengan “jalan belakang” bisa dengan mudah menjadi tenaga honorer tanpa melalui tes.

“Saat itu saya sudah berusaha pinjam uang tapi gak dapat,” akunya. Dia pun bersyukur tak mendaftar setelah mengetahui ada beberapa pendaftar yang diduga menjadi korban penipuan penerimaan honorer.

Melihat kejadian itu, dia meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi terkait kebijakan rekrutmen tenaga honorer atau pun CPNS.

“Banyak masyarakat seperti saya ini yang tidak tahu kalau rekrutmen honorer sudah tidak diperbolehkan. Pemerintah perlu gencar melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Agung, warga Kecamatan Banjar. Dia mewanti-wanti supaya pemerintah terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait rekrutmen pegawai. Terlebih tahun ini rencananya ada penerimaan CPNS.

“Ya harapannya pemerintah bisa mencegah lah para calo penerimaan CPNS yang katanya bisa masukin jadi CPNS asalkan harus ada uang sekian,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Herdiana Pamungkas menyatakan saat ini sudah tidak ada lagi rekrutmen tenaga honorer. Jika ada oknum atau seseorang yang menawarkan dengan meminta imbalan, itu dipastikan tidak benar.

“Sudah ada aturannya setiap dinas tidak diperbolehkan lagi merekrut tenaga honorer atau biasa disebut tenaga sukwan, sudah lama,” kata dia.

Plt Wali Kota Banjar Darmadji Prawirasetia mengatakan jika pun ada rekrutmen itu karena kebutuhan mendesak dan merupakan kebijakan. Namun tetap prosesnya melalui tes.

“Memang saat ini sudah tidak diperbolehkan. Ada aturannya,” katanya. (mg4)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here