Chelsea 1 vs Man United 0

Dukung Saya Atau Pecat Saya

6515
0
Loading...

LONDON – Antonio Conte bukan pecundang. Conte takkan gigit jari pada musim keduanya di Chelsea. Dan The Godfather akhirnya bisa melepaskan diri dari kutukan juara di piala domestik seperti Piala FA.

Trofi Piala FA pertamanya dia angkat setelah membawa The Blues menang 1-0 atas Manchester United dalam final Piala FA di Wembley, London, kemarin WIB (20/5).

Gol penalti Eden Hazard pada menit ke-22 jadi kunci datangnya trofi Piala FA kedelapan ke lemari juara di London Cobham. Trofi Piala FA yang menyelamatkan musim Conte dan juga klub juara bertahan Premier League itu. Apalagi, saat Conte tengah digoyang rumor pemecatan, akhir musim ini.

Makanya, ucapan setelah laga sederhana. “Dukung saya, atau pecat saya,” ungkap Conte, dalam wawancaranya kepada BBC Sports.

Bahkan, sebelum laga Conte sudah berujar bahwa di akhir musim mampu meraih trofi pun takkan menggaransi fans Chelsea melihatnya di Stamford Bridge musim depan.

Loading...

Itu berkaca dari pengalaman era Roman Abramovich sebelumnya yang dikenal enteng di dalam memberhentikan pelatih. Napoli atau AC Milan sempat dikaitkan dengannya. Meskipun, Conte masih terikat kontrak hingga musim panas 2019.

“Mereka selalu punya alasan kenapa itu (pemecatan) dilakukan,” lanjut Conte.

Di satu sisi, Conte sudah siap jika ditendang dari Chelsea. Di sisi lain, jika tetap bersama musim depan, tactician 48 tahun itu berharap dukungan dari petinggi klub.

Salah satunya untuk urusan belanja pemain. Musim 2017-2018, Chelsea membelanjakan uangnya GBP 185 juta (Rp 3,5 triliun) dalam dua jendela transfer.

Termasuk menjadikan Alvaro Morata bomber termahal, dengan fee-nya GBP 58 juta (Rp 1,1 triliun). Conte mengklaim, kalau Chelsea gagal bersaing dengan duo Manchester – City dan United – karena kalah jor-joran di bursa transfer. Belanja duo Manchester itu bisa melebihi dari GBP 250 juta (Rp 4,75 triliun).

“Pekerjaan kami sangat sulit (musim ini). Musim ini, saya bekerja lebih keras ketimbang musim lalu. Dengan apa yang terjadi, komitmen saya tak pernah berubah ke klub. Tak tahu lagi jika memang ada yang berubah,” tutur mantan pelatih timnas Italia itu. Anak buahnya pun tidak rela Conte pergi musim ini.

Salah satunya kiper Thibaut Courtois. “Bukan ranahnya pemain untuk membahas pelatih saat ini. Yang pasti, kami berlatih bagus dengannya. Kami baik-baik saja. Mungkin semua akan kami serahkan ke klub. Mereka maunya tetap lanjut, atau berhenti,” beber Courtois, dikutip dari Mirror.

Courtois bahkan ingin Conte tetap diperpanjang lagi kontraknya. “Tidak mudah bertahan dari terpaan rumor musim ini, nyatanya kami masih meraih trofi hari ini (kemarin, Red),” lanjut kiper timnas Belgia itu.

“Akan sangat menyedihkan jika dia (Conte) benar-benar pergi,” ungkap striker Olivier Giroud, kepada Sky Sports.

Ollie pun konfiden dengan musim ketiga Conte. “Kami harus move on. Kami masih bisa meraih trofi lagi lebih banyak musim depan,” harap Giroud. Yang apes tentunya Jose Mourinho pelatih United. Sebab The Special One gagal menandai musim keduanya di United dengan satu trofi.

Kekalahan kemarin jadi kekalahan keempatnya dari tujuh kali head to head menghadapi Conte. Mourinho menganggap, heroiknya Chelsea kemarin bukan karena makna laga itu yang bisa jadi laga terakhir Conte.

“Saya tak tahu situasinya seperti apa. Kadang saya baca jika laga ini laga terakhirnya, lalu Luis Enrique datang. Tapi, sejauh ini belum terbukti. Ini laga terakhir atau bukan, itu takkan mengubah arti laga ini dan ambisi menangnya,” puji Mourinho, dilansir Manchester Evening News. (ren/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.