Hasil Survei SKDU yang Dilakukan BI

Dunia Usaha di Kota Tasik Menurun

277
0
Loading...

TASIK – Kegiatan dunia usaha di Kota Tasikmalaya pada triwulan I-2018 mengalami penurunan. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha  (SKDU) mencatat Saldo Bersih  Tertimbang (SBT) berada di level -5,73 persen, atau turun 29,82 poin jika dibandingkan triwulan IV-2017. Penurunan kegiatan usaha terjadi di seluruh sektor ekonomi utama Kota Tasikmalaya yaitu perdagangan, industri pengolahan dan pertanian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji menjelaskan penurunan kinerja perdagangan terutama terjadi pada subsektor angkutan jalan raya. Sementara, salah satu komponen sektor industri dengan pangsa yang relatif besar dan mengalami penurunan SBT adalah subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki.

”Selain itu, fase ekspansi sektor industri yang tercermin dari Prompt Manufacturing  Index (PMI) – SKDU pada triwulan 1-2018 tercatat sebesar 51,30 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 62,72 persen. Kondisi tersebut memperkuat penurunan SBT pada sektor industri,” ujar Heru dalam siaran persnya, Selasa (24/4).

Pada sektor pertanian, sambungnya, penurunan SBT terutama terjadi pada subsektor tanaman pangan. ”Penurunan yang terjadi pada beberapa subsektor tersebut setidaknya disebabkan oleh dua faktor, yaitu berlalunya event musiman perayaan akhir tahun yang membuat permintaan kembali normal. Faktor lainnya, belum masuknya masa panen di awal tahun,” jelasnya.

Sejalan dengan penurunan kegiatan usaha, kata ia, kapasitas produksi terpakai secara umum pada triwulan I-2018 juga lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Tingkat penggunaan kapasitas produksi triwulan 1-2018 sebesar 74,02 persen lebih rendah dari triwulan IV-2017 yang sebesar 77,37 persen.

loading...

Sementara itu, tingkat penggunaan tenaga kerja juga menunjukkan penurunan, tercermin dari kontraksi SBT  jumlah tenaga kerja yang turun dari 6,59 persen pada triwulan IV-2017 menjadi -0,40 persen pada triwulan 1-2018. ”Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha pada triwulan I-2018 masih terjaga baik,” katanya.

Ke depan, kata dia, ekspansi kegiatan usaha diperkirakan akan terjadi pada triwulan II-2018. Hal ini tercermin dari SBT perkiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi 39,35 persen. Optimisme peningkatan kegiatan usaha didukung oleh perkiraan tingkat penggunaan tenaga kerja yang sebesar 7,99 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2018. ”Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terutama terjadi pada sektor perdagangan, yang terutama didorong oleh penguatan permintaan pada saat Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya. (na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.