Beranda Kota Tasik Duta Anti Rokok Dapat Perlawanan

Duta Anti Rokok Dapat Perlawanan

125
BERBAGI
MELAWAN ROKOK. Para Duta Anti Rokok bersama pejabat Disdik, Satpol PP, dan Dinkes berfoto bersama usai beraudiensi di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Senin (9/4).

SL TOBING – Duta Anti Rokok (DAR) sebanyak 150 pelajar SMA/SMK sederajat se-Kota Tasikmalaya mendapat perlawanan dari rekan-rekannya yang merokok. Pelajar-pelajar bandel ini bah­kan kerap kali menolak kehadiran DAR yang dibentuk se­jak Agustus 2017 itu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Duta Anti Rokok Ta­sik­malaya, Rijki Nurul Fajri dari SMAN 9 Tasikmalaya. Rijki bersama per­wakilan DAR lainnya sering meng­hadapi berbagai kendala ketika melakukan tugasnya.

Ucapan mereka tidak dihiraukan. Karena tidak ada payung hukum untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) para perokok.

“Tidak sedikit teman-teman kami yang menolak keras kehadiran Duta Anti Rokok di sekolah. Kami juga sering bingung apa yang harus dilakukan ketika ada siswa yang merokok, apakah harus dilaporkan atau bagaimana,” kata Rijki usai beraudiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Satpol PP Kota Tasikmalaya di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Senin (9/4).

Di tempat yang sama, Widiatiwati SKM MKM, Pronkses Dinkes Kota Tasikmalaya menerangkan melalui audiensi itu pihaknya ingin menindaklanjuti peran DAR dalam menyosialisasikan bahaya rokok ke adik-adiknya di tingkat SMP dan SD.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Tasikmalaya Dadang Yudhistira mengatakan DAR memiliki tugas menyampaikan pesan moral, ajakan, kampanye, menyadarkan para perokok dan minimal memberikan contoh bagi siswa-siswi yang lain. Sosialisasi bisa dilakukan tidak hanya di acara-acara besar, misalnya dalam kegiatan MOPD atau saat upacara bendera Senin saat semua warga sekolah berkumpul.

“Teman-teman duta ini harus segera action ke sekolah-sekolah. Jangan sampai sudah dibentuk, tapi tidak melakukan apapun,” katanya.

Dadang berharap Dinkes bisa melebarkan sayapnya dalam pemilihan DAR ke tingkat SD dan SMP. Pasalnya, saat ini siswa SD sudah ada yang merokok elektronik. Usia mereka pun rentan terpengaruh gaya hidup merokok. “Karena ini sifatnya urgent, ke depannya Duta Anti Rokok bisa diperluas tidak hanya di tingkat SMA sederajat tetapi juga tingkat SD dan SMP,” tegas dia.

Kasi Wasdik Satpol PP Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan mengatakan sudah ada peraturan yang mengatur mengenai sanksi yang harus diberikan kepada perokok yang kedapatan merokok di kawasan KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Yaitu dalam Perwalkot Nomor 18 tahun 2011.

Menurutnya, operasi tangkap tangan bisa dilakukan oleh siapa pun. Termasuk pelanggaran merokok di KTR harus ditindaklanjuti. Dengan hadirnya DAR ini juga sangat membantu timnya dalam penegakan perda. Sehingga harus saling bersinergi. “Jadi apa sanksinya? Pidana maksimal 1 bulan 15 hari penahanan atau denda Rp 5 juta. Misalnya ada yang merokok di sekolah, langsung saja ambil foto sebagai barang bukti. Lalu kirimkan langsung ke kami untuk ditindaklanjuti. Semua,” ujar Budhi. (mg2)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.