E-Commerce Bisa Tumbuh Digit Ganda

280
0
Ilustrasi Smartphone terkoneksi ke Internet

JAKARTA – Kontribusi bisnis online masih terbilang kecil. Angkanya hanya berkisar 1,8 persen jika dibandingkan dengan total penjualan ritel secara keseluruhan. Namun, seiring dengan melesatnya ekonomi digital, para pelaku e-commerce meyakini bakal mendongkrak kontribusi sampai pertumbuhan digit ganda.
Targetnya mampu menyamai Tiongkok yang punya kontribusi bisnis online hingga 15 persen. CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebutkan, potensi industri digital masih sangat besar. “Apalagi jika pemerintah mau gas pol untuk menggenjot menjadi industri prioritas. Pertumbuhannya juga makin pesat,” ujar Zaky di Jakarta Selasa (7/11).
Disinggung mengenai bisnis online yang kerap dikaitkan dengan isu peralihan konsumsi, dia menganggap bahwa asumsi itu tak bisa serta-merta menjadi parameter lesunya daya beli. “Ini sudah menjadi multikasus. Harus dibedah-bedah untuk bisa tahu,” katanya.
Zaky menyatakan beberapa kategori seperti fashion bisa terdampak online. “Tapi, misal kita bicara komoditas primer seperti beras dan daging, apakah itu terdampak online? Saya rasa tidak,” jelasnya.
Bisnis online, lanjut Zaky, bisa tumbuh lebih pesat dengan dukungan pemerintah. Menurut dia, hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah menggenjot penyerapan bibit kepakaran teknologi dari bangku pendidikan.
“Saat ini seperti masih ada gap. Peminat dan potensinya ada, tapi tidak terserap maksimal oleh industri. Karena itu, banyak potensi yang lari ke luar negeri,” terangnya.
Founder dan CEO Selasar Miftah Sabri menuturkan, pemerintah perlu lebih sering melakukan asistensi terhadap start-up digital yang bermunculan. “Pelaku start-up saat ini lebih banyak mendapatkan asistensi dari teman-teman di industri yang sama. Bahkan, perusahaan-perusahaan modal ventura sering ikut memberikan mentoring, baik knowledge maupun update teknologi,” ujarnya.
Berdasar data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada tahun 2017, jumlah populasi Indonesia 262 juta jiwa dengan urbanisasi 55 persen. Sedangkan penetrasi pengguna internet tumbuh 51 persen di angka 132 juta. Penetrasi media sosial naik hingga 40 persen menjadi 106 juta. Sementara itu, mobile subscription Indonesia mencapai angka 371,4 juta atau naik 142 persen. Pengguna aktif ponsel Indonesia mencapai 92 juta atau setara 35 persen.
Ketua Bidang Bisnis dan Ekonomi Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan Indonesia berkontribusi sekitar 50 % dari pengeluaran e-commerce pada 2025. (agf/c21/sof)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.