Earplug Lindungi Pendengaran Siswa

85
0
WORLD HEARING DAY. Pengurus Komda PGPKT Tasikmalaya dan Perhati KL foto bersama siswa SMK MP Kamis (21/3). Berbagai kegiatan digelar dalam rangka Hari Kesehatan Pendengaran Sedunia. Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya

TASIK – SMK Manangga Pratama (MP) Tasikmalaya mendapat bantuan alat pelindung pendengaran atau earplug kit Kamis (21/3). Alat tersebut untuk mencegah gangguan pendengaran siswa saat praktik di laboratorium otomotif.

Bantuan ini diberikan oleh Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Tasikmalaya dan Perhimpunan Ahli Penyakit Telinga Kepala dan Leher (Perhati KL) Wilayah IV Tasikmalaya Jawa Barat.

Ketua Komda PGPKT Tasikmalaya dr Farid Wajdi SpTHT–KL menuturkan, pemberian alat bantu pendengaran tersebut dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Pendengaran Sedunia atau World Hearing Day 2019.

“Earplug atau sumbat telinga dapat memberikan perlindungan dari paparan kebisingan yang bisa mengakibatkan kerusakan pada telinga,” katanya.

Alat ini cocok dipakai oleh siswa yang sedang praktik di lab otomotif. Sebab biasanya saat praktik itu bising oleh suara mesin dan alat-alat peraga. Adanya earplug bisa menurunkan intensitas kebisingan yang masuk ke telinga.

Selain memberikan alat pelindung pendengaran, PGPKT juga melakukan bakti sosial membersihkan telinga siswa, pemeriksaan pendengaran dan screening pendengaran.

Dokter Farid menuturkan, remaja saat ini belum sadar bahaya bising. Padahal di lingkungan sekitar banyak sekali kebisingan yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran.

Jika sejak kecil terpapar bising, maka pada usia produktif fungsi pendengarannya bisa menurun. Terlebih life style penggunaan ipod dan headset membuat risiko gangguan pendengaran di kalangan remaja semakin tinggi.

“Makanya, di Hari Kesehatan Pendengaran Sedunia kita melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Agar remaja lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran,” katanya.

Ia mengatakan, ada lima penyebab ketulian di antaranya infeksi, gangguan tuli saat lahir, kebisingan, faktor usia dan infeksi pada gendang telinga bagian tengah. “Faktor risiko ini bisa dicegah,” tuturnya.

Wakil Kepala SMK MP Tasikmalaya Bidang Kesiswaan An An Budiana MPdI mengatakan kegiatan sosial Komda PGPKT sangat membantu dalam memelihara kesehatan telinga siswa SMK MP.

“Bantuan alat pelindung pendengaran ini tentu bisa meningkatkan optimalisasi pembelajaran praktikum,” ujar An An.

Siswa SMK MP Tasikmalaya Agus Hermawan mengaku baru pertama kali melakukan pemeriksaan telinga. Penyuluhan yang dilakukan PGPKT pun memberikan banyak wawasan.

“Jadi kita bisa lebih hati-hati dalam menjaga telinga dari kebisingan agar tidak terjadi gangguan pendengaran. Jangan terlalu lama mendengarkan musik pakai headset apalagi volume tinggi,” ungkap Agus. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.