Edan.. Bayi 16 Bulan di Tasikmalaya Dicabuli Pria Dewasa yang Diduga Masih Keluarganya

10711
0

KABUPATEN TASIK – Kasus dugaan pencabulan dengan korban bayi bawah lima tahun (Balita) kembali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.

Kasus ini telah dilaporkan pihak keluarga ke Polres Tasikmalaya Kota. Hingga Senin (20/1) malam, kasusnya masih diusut petugas Polres Tasikmalaya Kota.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, kasus perbuatan cabul terhadap bayi ini terjadi Senin (13/1) lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Pelakunya diduga masih keluarga dekat dan pria dewasa.

Baca Juga : Warga Kota Tasik Bisa Akses Internet Gratisan di Wilayah Ini, Dananya Rp6 M
Baca Juga : SMPN 3 Kota Tasik Jawara Nesatta Basketball Competition, Begini Kata Wali Kota

Awalnya, ayah korban saat itu pulang kerja dan melihat anaknya sedang digendong istrinya.

Saat itu, istrinya cerita kepada suaminya bahwa dari kemaluan anaknya itu keluar bercak darah.

Lalu, korban dibawa ke bidan desa. Namun, karena lukanya cukup serius, bidan desa tak sanggup dan merujuknya ke RS SMC Rancamaya dan melaporkan kejadian ini kepihak berwajib.

Informasi ini dibenarkan Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Rofik kepada wartawan, Senin (20/1) malam.

“Kita (LBH Ansor Kabupaten Tasik, Red) sebagai kuasa hukum (korban) bersama Kanit PPA Polres Tasikmalaya Kota sedang mengawal hasil visum et repertum di RS SMC Kabupaten Tasik,” ujarnya.

Pihaknya berharap pihak Polres Tasikmalaya Kota segera mengamankan terduga pelaku tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menimpa kliennya ini.

“Usianya masih 16 bulan. Sebab jika persyaratan alat bukti sudah memenuhi 2 alat bukti yakni 2 saksi dan barang bukti celana dalam si korban,” harapnya.

Dia menambahkan, LBH Ansor Kabupaten Tasik merasa prihatin atas terjadinya kembali kasus tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Tasikmalaya.

“Terlebih si korban masih sangat balita sementara pelakunya diduga orang dewasa,” tambahnya.

Dia menandaskan, kasus seperti ini harus diproses hukum secara tuntas agar para pelakunya tak bebas berkeliaran serta tak ada lagi korbannya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.