Edukasi Pasien Covid-19 di Kota Banjar Bisa Dilakukan Satgas

27
0
ISOLASI. Pasien Positif Covid-19 saat akan dibawa ke rumah sakit untuk jalani isolasi belum lama ini. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
ISOLASI. Pasien Positif Covid-19 saat akan dibawa ke rumah sakit untuk jalani isolasi belum lama ini. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR–Adanya pasien positif Covid-19 yang kabur-kaburan saat hendak diisolasi membuat pemerintah berencana membentuk tim edukasi dan evakuasi pasien Covid-19. Namun pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi menganggap langkah itu terlambat.

“Menurut saya hal tersebut merupakan langkah yang terlambat dan justru menunjukkan kinerja Satgas Covid-19 selama ini kurang tegas,” kata Sidik, Rabu (6/1).

Menurut dia, edukasi terkait bahaya wabah pandemi Covid kepada masyarakat cukup dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sudah ada saat ini, yang tersebar di desa dan kelurahan. Hanya saja, peran dan fungsi mereka di lapangan harus ditingkatkan dalam mengedukasi masyarakat.

Salah satunya bekerjasama dengan tokoh masyarakat setempat agar lebih optimal. ”Peran RT dan RW hingga kepala dusun pun harus terlibat didalamnya, terlebih saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus meningkat tajam,” tandasnya.

Kemudian, kata dia, untuk proses evakuasi pasien positif Covid-19 dilakukan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan melibatkan pihak kepolisian, TNI, Satpol PP dan lainnya. Sehingga saat proses penjemputan tidak terjadi pasien kabur atau tidak mau dievakuasi untuk isolasi.

Jadi menurut dia, masalah intinya adalah terletak pada ketegasan dari pihak Pemerintah Kota Banjar itu sendiri melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. “Bukan justru membentuk satu organisasi baru yang membuat semakin panjang dan gemuk birokrasi,” tegasnya.

Baca juga : Pemkot Banjar Bentuk Tim Edukasi & Evaluasi Pasien Covid-19

Di samping itu, Sidik khawatir kedepannya akan terjadi tumpang tindih kewenangan dalam penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Banjar.

”Berharap Pemerintah Kota Banjar melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar lebih serius dan tegas dalam menindak para pelanggar prokol kesehatan, sehingga kasus positif Covid-19 tidak terus bertambah seperti saat ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar menggelar rapat koordinasi di ruang rapat I Setda Kota Banjar, Selasa (5/1). Rapat dilakukan untuk menyikapi penyebaran kasus Covid-19 di Kota Banjar.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Drs Ade Setiana mengatakan dalam rapat tersebut dibahas pembentukan tim edukasi dan evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Itu merupakan hasil evaluasi penanganan Covid selama tahun 2020.

“Sekarang sudah ada payung hukumnya dalam penanganan evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, yakni keputusan Wali Kota Banjar tentang Pembentukan Tim Edukasi dan Evakuasi,” kata dia kepada wartawan seusai rapat. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.