Efek Corona, 15.012 Pekerja di Kabupaten Tasik di-PHK

1233
2

SINGAPARNA – Sebanyak 15.012 tenaga kerja asal Kabupaten Tasikmalaya terkena dampak pandemi Covid-19. Mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan oleh perusahaannya.

Kabid Tenaga Kerja ((Naker) Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya Syafrudin Korompot mengatakan, perusahaan tersebut tersebar di Jakarta, Bekasi, Bogor dan Tangerang. Perusahaan tersebut tidak bisa melanjutkan usaha karena terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga : Dampak Corona, 1.800 Pekerja di Kota Tasik Dirumahkan Sementara

“Jumlah data pekerja asal kabupaten yang di PHK dan dirumahkan itu bersifat sementara. Karena hingga saat ini masih dilakukan pendataan oleh pihak desa setempat. Dinas juga mendapatkan data dari pemerintah desa. Datanya masih bisa berubah,” katanya kepada Radar, Jumat (10/4).

“Intinya mereka di PHK atau dirumahkan oleh perusahaan yang ada di luar daerah bukan yang berada di Tasikmalaya. Untuk data berapa PHK dan yang dirumahkan, kita belum rinci, intinya jumlah sementaranya 15.012,” ujarnya, menambahkan.

Sampai saat ini, kata dia, perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tenaga kerja yang di PHK atau dirumahkan belum terjadi. Hanya saja, perusahaan memotong jam kerja untuk mengurangi biaya operasional.

“Kalau perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya nihil tidak ada PHK atau dirumahkan. Karena sedikit juga perusahaannya. Kami dapatkan informasi dari perusahan bahwa ada pengurangan jam kerja saja,” jelas dia.

Baca juga : Warga Sukahening dan Ciawi Tasik Dapat Bantuan dari Primajasa Mayasari Peduli

Kepala Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya Eddy Nurmana menambahkan, bagi pekerja yang di PHK maupun dirumahkan, dinas akan mengajukan kepada pemerintah provinsi agar masuk dalam program pra kerja, atau dilibatkan dalam program padat karya.

“Kalau dari pusat, sudah jelas ada program pra kerja ya, kita coba usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kalau dari Kabupaten Tasik belum ada aksi, tetapi paling dengan padat karya tunai,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.