63 Titik Diprediksi Kembali Sulit Air

Efek Kekeringan Bisa Lebih Luas

40
0
Ilustrasi

INDIHIANG – Tahun ini, efek kekeringan hingga menyebabkan kesulitan air bersih di Kota Tasikmalaya diprediksikan bisa lebih parah dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, 63 lokasi yang tahun lalu kesulitan air bersih besar kemungkinan tahun ini akan mengalami nasib yang sama. Untuk itu perlu kesolidan semua pihak. Mengtasai efek kekeringan, Pemkot menginstruksikan camat dan lurah untuk memulai pendataan di wilayah tugas masing-masing. Menentukan titik-titik mana saja yang sudah mulai kesulitan air bersih.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan meski titik rawan kekeringan sudah terprediksi, wilayah yang pada tahun sebelumnya tidak mengalami kesulitan air bersih harus dilakukan pendataan. Itu untuk memastikan kondisi air bersih dapat dikonsumsi masyarkat.

“Kecamatan, kelurahan kita instruksikan mendata di wilayah masing-masing. Ketika menemukan adanya titik kekeringan, segera lapor dan kita koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Ivan memaparkan saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (10/6).

Selain itu, pihaknya juga akan menginventarisir dan memetakan wilayah yang layak untuk segera ditangani. Mengingat, dari tahun ke tahun tidak hanya Pemkot saja yang melaksanakan distribusi air bersih dalam membantu kebutuhan masyarakat, sehingga tidak tumpang tindih.

“Kita juga akan konsolidasikan dengan pihak swasta yang rutin membantu. Seperti Plastik Dollar, Plaza Asia, PTT (Paguyuban Tionghoa Tasikmalaya, Red), perbankan, BUMN termasuk TNI-Polri sering laksanakan bantuan,” tuturnya.

Dalam mendistribusikan air bersih, kata dia, selama ini BPBD langsung mencari ke sumber air. Namun, apabila diperlukan pihaknya akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura supaya bisa menangani titik rawan kekeringan.

“Kalau harus, kita akan koordinasi dengan PDAM supaya kebutuhan air terpenuhi. Ada alokasi dana taktisnya sebab ini kaitan kebencanaan,” ucapnya menerangkan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar merinci di 2018, sebanyak 63 titik dari 25 kelurahan terdampak kekeringan. Jumlah tersebut harus diderita sebanyak 11.147 kartu keluarga (KK) atau 31.627 jiwa.

“Di tahun sebelumnya, kami merealisasikan distribusi bantuan air bersih sebanyak 930.000 liter, untuk menangani 63 titik,” kata dia yang juga Kepala BPBD Kota Tasikmalaya.

Di tahun 2019 ini, kata dia, diprediksi tidak jauh berbeda. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pemetaan dan meminta seluruh stakeholder bersinergi dalam melaporkan titik yang rawan terjadi kekeringan.

“Pemetaan tetap harus dilaksanakan dalam memastikan akurasi supaya bantuan yang kami distribusikan tepat sasaran. Namun, prediksi kami tidak jauh berbeda, bahkan bisa bertambah dibanding tahun sebelumnya,” ucapnya menegaskan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.