Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7 Persen

13
0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan meski saat ini telah terjadi ketidakpastian ekonomi global, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai di level 7 persen.

Tentu memang tidak mudah, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebutkan asalkan pemerintah mampu memberikan kemudahan investasi di tanah air. Selama ini, investor dipersulit dengan ribetnya kebijakan yang dibuat pemerintah daerah (pemda). Dan, tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemda.

“Untuk mencapai pertumbuhan 7 persen adalah dengan mendorong pertumbuhan investasi. Kita dulu bisa double digit, 11 sampai 12 persen, tapi sejak krisis keuangan, pertumbuhan investasi kita di bawah dua digit. Kita hanya tumbuh sekitar lima persen,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (26/11).

Oleh karena itu, lanjut Sri Mulyani, Pemerintahan Jokowi-Maruf akan membebani penghambat investasi, salah satunya dengan akan dikeluarkannya penggabungan Undang-Undang atau omnibus law.

“Pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan dan kebijakan tepat sasaran, itu membutuhkan reformasi di kebijakan investasi dan ini menjadi fokus Pak Jokowi,” kata Sri Mulyani.

Dengan demikian, maka Indonesia menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi USD7 triliun pada 2045 bakal terwujud. Apabila, misalkan semua penghambat-penghambat investasi bisa diatasi.

Kontribusi konsumsi domestik juga salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi terjaga di angka 5 persen. Namun, konsumsi domestik tidak bisa diandalkan sepenuhnya guna mengejar pertumbuhan yang cepat.

Selain itu, strategi yang harus dilakukan adalah dengan menyiapkan berbagai fasilitas fiskal untuk menarik investasi. Yaitu, salah satunya menerbitkan omnibus law dan perbaikan sumber daya manusia (SDM), sehingga bisa berdaya saing.

”Ini (kebijakan tersebut, Red) meskipun hasilnya tak langsung tapi akan mendorong sustainable growth. Terakhir juga terkait balance of payement,” ujar Sri Mulyani.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indoensia pada 2020 hanya akan tumbuh 4,8 persen, atau lebih rendah dibanding tahun lalu yang di kisaran 5 persen.

“Kita melihat ada beberapa situasi, perlambatan ekonomi global masih akan terjadi,” kata Tauhid.

Menurutnya, pada 2020 pertumbuhan ekonomi Indoensia akan mendapat tantangan dari sisi perdagangan, investasi dan konsumsi.

Sementara Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 lebih tinggi dibandingkan Indef, yakni di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi tersebut mengacu pada dua skenario yang terjadi di tahun depan. “Dari prediksi pertumbuhan global meningkat tapi tertahan.” katanya. (din/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.