Beranda Kota Tasik Ekonomi Santri Harus Mandiri, Ponpes Al-Irsyadiyyah Terima Program Sawira

Ekonomi Santri Harus Mandiri, Ponpes Al-Irsyadiyyah Terima Program Sawira

30
0
BERBAGI
PEDULI PESANTREN. Wakil Ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moely Wiranatakusumah (dua dari kanan) menyerahkan hibah entrepreneurship kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al-Irsyadiyyah, Ustaz Muhammad Irsyad Abdul Malik Aziz (kiri) di Paseh, Cihideung, Minggu (25/3).Foto; Firgiawan / Radar Tasikmalaya

PASEH – Pembangunan ekonomi berbasis pesantren terus dilakukan. Tujuannya agar para santri dapat hidup mandiri usai lulus mondok bertahun-tahun di ponpes. Dengan demikian, mereka tak hanya pandai mengaji saat terjun di masyarakat, juga memiliki bekal atau keterampilan dalam berwirausaha.

Seperti para santri di Pondok Pesantren Al-Irsyadiyyah Paseh Kecamatan Cihideung. Mereka mendapat sokongan dari Yayasan Wiranatakusumah untuk menggulirkan Program Sawira atau Santri Wirausaha.

“Ini merupakan pembekalan kemandirian terhadap santri salah satunya di bidang ekonomi. Maka kami yang memiliki sejarah khusus dengan ponpes bertujuan mendorong Sawira ke tiap daerah,” ujar Wakil Ketua Yayasan Wiranatakusumah, Moely Wiranatakusumah kepada wartawan Minggu (25/3).

Dia menceritakan di era global ini, Ponpes terkesan sedikit ketinggalan. Di kala sekolah umum mendapat bantuan, kemudian para pendidik di sekolah umum juga mendapat sertifikasi, pondok pesantren justru sebaliknya. Padahal ponpes, ulama dan santri merupakan elemen penting dalam menyukseskan kemerdekaan di Indonesia.

“Selain memberi bantuan untuk program budidaya ikan lele di ponpes ini. Kami juga mengampanyekan rancangan undang-undang tentang ponpes dan madrasah. Upaya kesetaraan agar berdaya saing dengan sekolah umum. Di samping itu santrinya juga harus mandiri minimal di bidang ekonomi,” paparnya.

Pihaknya menargetkan 400 pesantren dapat menjalankan program Sawira. Setelah sebelumnya beberapa titik di Sukabumi. Menyusul di Tasikmalaya, pihaknya merencanakan pesantren satu dengan lainnya saling berkaitan sehingga dapat mengembangkan usaha bersamaan.

“Misalnya Pesantren Irsyadiyyah ini budidaya lele, pesantren tetangganya nanti wirausaha bidang pakan. Sehingga berkaitan dan kelola hulu ke hilir oleh ponpes,” jelasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Irsyadiyyah, Ustaz Muhammad Irsyad Abdul Malik Aziz mengaku selama ini bantuan yang berdatangan ke Ponpes kerap dibumbui politik. Sementara kedatangan rengrengan yayasan dari Bandung ini bermuatan memajukan para santri dengan pembinaan berkelanjutan.

“Alhamdulillah program ini bisa jadi bekal para santri agar lebih mandiri saat lulus mondok,” ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya mendorong agar pemerintah merumuskan regulasi sehingga berpihak terhadap kalangan pesantren. Baik dari sisi bantuan maupun honorarium pengajar.

“Kita juga dorong undang-undang tentang ponpes dan madrasah segera dibentuk. Sebagai pengingat terhadap generasi hari ini bahwa ponpes berperan penting dalam kemerdekaan, sementara pemerintah sampai saat ini belum berikan perhatian,” ujar putra almarhum KH Zenzen MZA ini. (igi)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here