Ekonomi Tahun 2019 Diproyeksikan Stabil

11

TASIK – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 bisa lebih stabil dari tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan ekonomi domestik akan tetap baik di tengah perkiraan ekonomi global yang melandai.

“Prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga,” ujar Heru saat menyampaikan laporan evaluasi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 dengan tema Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan di Ballroom Hotel Santika Kamis (20/12).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh di kisaran 5,0%-5,4%. Pertumbuhan ini karena masih kuatnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi.

Di tingkat regional, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2019 diperkirakan berada pada kisaran 5,3-5,7% (yoy). “Masih tetap tinggi, namun tidak setinggi tahun 2018,” ucapnya.

Sedangkan untuk angka inflasi, kata Heru, diproyeksikan terkendali berada di kisaran 3,5% plus minus 1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah.

Sementara itu, BI memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada tahun depan akan turun menjadi sekitar 2,5% dari produk domestik bruto (PDB) dengan langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata. “Fungsi intermediasi perbankan pun akan terus meningkat,” katanya.

Pertumbuhan kredit pada 2019 mencapai 10% – 12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8%-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga. “Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead the curve akan dipertahankan tahun 2019,” paparnya.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi. Kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi dan keamanan transaksi pembayaran tunai maupun non tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital. “Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Heru menambahkan program pengembangan UMKM akan diperluas dan difokuskan pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan. Secara umum, sambung Heru, Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi dampak rambatan global dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi terus berlanjut.

Ke depan, kata dia, prospek ekonomi Indonesia yang lebih baik di tahun 2019 bisa tercapai dengan memperkuat sinergi kebijakan ekonomi nasional antara pemerintah, Bank Indonesia dan berbagai otoritas lain. “Optimisme dan persepsi positif perlu terus diperkuat untuk menyongsong masa depan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” harapnya. (na/ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.