Rekrutmen Pegawai untuk UPTD Pengelola Pasar

Eks Karyawan Akan Menjadi Prioritas

69
0
Loading...

MANGKUBUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tidak menutup kemungkinan untuk merekrut kembali eks karyawan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik untuk mengisi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pengelola pasar tradisional. Namun, tidak akan semuanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menyanggupi usulan untuk memberdayakan eks karyawan PD Pasar Resik. Pertimbangannya mereka lebih berpengalaman dalam mengelola pasar. “Tentu kita akan berdayakan lagi untuk mengelola pasar,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (9/12).

Akan tetapi, perekrutan akan disesuaikan dengan kebutuhan pegawai. Prosesnya pun melalui seleksi guna memastikan sumber daya manusia (SDM) yang dipekerjakan berkompeten dengan bidang pekerjaannya. “Kalau jumlahnya sama ya mungkin semuanya diberdayakan kembali, tapi kalau lebih sedikit ya berarti tidak semuanya,” tuturnya.

Meskipun perekrutan dilakukan melalui seleksi, sifatnya tidak terbuka untuk umum. Karena rekrutmennya diprioritaskan untuk para mantan pegawai PD Pasar Resik. “Seleksinya khusus untuk mantan pegawai saja,” terangnya.

Disinggung soal dana yang disiapkan untuk pesangon karyawan, H Ivan belum bisa berkomentar. Meskipun Dirut PD Pasar Resik H Asep Safari Kusaeri (Askus) menaksir kisarannya di angka Rp 4 miliar. “Masih dikaji dulu oleh konsultan dan Dinas Ketenagakerjaan nanti diajukan ke DPRD,” kata dia.

Loading...

Pada prinsipnya, kata Ivan, pesangon merupakan beban dari perusahaan yang dibubarkan. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, pesangon eks karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu menjadi tanggung jawab pemerintah.

Begitu juga dengan nilai aset PD Pasar Resik setelah bubar sampai kemarin belum bisa dipastikan. Hal itu akan diperhitungkan setelah segala urusan administrasi diselesaikan, termasuk pemberian pesangon. “Itu juga masih dikaji perhitungannya,” tutur dia.

Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik turut menghitung kebutuhan dana pesangon karyawan dengan melibatkan konsultan. Taksiran angkanya mencapai Rp 4 miliar.

Direktur Utama PD Pasar Resik Asep Safari Kusaeri menerangkan penghitungan kebutuhan dana pesangon itu memakai jasa konsultan independen. Konsultan yang dipilih ini pernah melaksanakan hal serupa di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang yang sama di Kota Bojonegoro. “Mereka sudah membubarkan perusahaan daerahnya sekitar tiga tahunan lalu dan alhamdulillah hak-hak para karyawannya terpenuhi pascadiberhentikan,” ungkap dia kepada Radar saat ditemui di Unit Pasar Indihiang, Rabu (5/12).

Menurut pria yang akrab disapa Askus itu, di PD Pasar Resik ada tiga level karyawan. Yakni pengawas, direksi dan staf. Sesuai dengan surat keputusan (SK) wali kota masa bertugasnya empat tahun. “Nah itu bagaimana perhitungannya? Kami tidak ingin ketika bubar hak karyawan ada yang tidak dipenuhi. Maka menggunakan konsultan yang pernah mengkaji persoalan serupa,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, hasil penghitungan konsultan akan segera muncul. Dari in­for­masi yang diketahuinya, esti­masi total pesangon yang ha­rus dipenuhi berada di angka sekitar Rp 4 miliar lebih. “Masih di­kaji konsultan, waktu dekat ini akan ketahuan berapa nilainya,” terang dia. (rga/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.