Eks Terminal Cilembang Kota Tasik Jadi Tempat Maksiat, Ulama Geram & Ancam Ini..

2301
1
radartasikmalaya.com
Kapolsek Mangkubumi dan jajarannya memperlihatkan ratusan liter miras yang digagalkan peredarannya, Minggu (08/11) dini hari. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tokoh agama Kecamatan Mangkubumi yang juga ketua DPC FPI Kota Tasikmalaya, KH Yanyan Albayani, merasa geram dan prihatin dengan kondisi eks Terminal Cilembang yang kerap dijadikan sebagai tempat kemaksiatan.

Salah satunya, kerap dijadikan lokasi transaksi jual beli minuman keras (Miras).

Menurutnya, bangunan bekas terminal tersebut menjadi kawasan kumuh karena tidak dirawat oleh pemerintah, sehingga berdampak dengan menjamurnya kemaksiatan di tempat tersebut.

Selain transaksi miras, kemaksiatan lainnya di sekitar kawasan eks Terminal Cilembang tepatnya di jalur 2 Jalan KH E.Z. MUttaqin juga diduga kerap muncul. Yakni bisnis pelacuran.

“Eks Terminal Cilembang itu aset Pemerintah Kabupaten Tasik yang ada di Kota Tasik. Solusinya, bupati dan wali kota harus segera bertemu untuk membongkar sisa bangunan di eks Terminal Cilembang agar tidak lagi dijadikan tempat transaksi miras,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/11) sore.

Ia menegaskan, rembuk bupati dan wali kota ini wajib, sebab eks terminal tersebut masih milik Pemkab Tasik yang keberadaannya di wilayah Kota Tasik.

Beberapa tahun lalu sempat dilakukan pembongkaran bangunan bekas terminal oleh pemerintah.

Namun, tidak semua dibongkar dan menyisakan bangunan bekas kios-kios pedagang terutama bangunan terminal yang untuk bus jurusan Tasik Selatan.

“Pemkab Tasik sudah berkali-kali berjanji akan melanjutkan pembongkaran tahap 2, tapi ternyata tidak juga dilaksanakan,” terangnya.

“Bila yang menjadi persoalannya terkait tidak adanya dana operasional, maka kami warga masyarakat Kecamatan Mangkubumi siap gotong royong rame-rame membongkar bangunan di eks terminal tersebut,” sambungnya.

Yanyan menambahkan, pembongkaran tersebut adalah harga mati karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi miras, tuak, dan kemaksiatan lainnya yang erat kaitannya dengan bisnis pelacuran di sepanjang jalur 2 dari eks terminal menuju arah ke Pasar Cikurubuk.

“Para ulama kecewa dengan Pemerintah Kabupaten yang seolah tidak peduli dengan asetnya yang terbengkalai sehingga berdampak menjamurnya maksiat di lokasi tersebut,” tambahnya.

Pihaknya beserta para ulama, mendesak Pemkot Tasik untuk proaktif berkomunikasi dengan pihak pemkab.

Jangan karena alasan itu bukan aset pemkot akhirnya pemkot pun seolah lalai dan tidak peduli padahal di kota telah disyahkan perda tata nilai nomor 7 tahun 2014 yang erat kaitannya dengan pemberantasan maksiat di kota santri.

“Bila pemerintah tidak peduli, maka ulama siap turunkan umat untuk membongkar bangunan di eks Terminal Cilembang yang kerap dijadikan lokasi maksiat,” jelasnya.

Sekadar diketahui, terakhir kali, Minggu (08/11) dini hari, aparat Polsek Mangkubumi, Polresta Tasik, kembali berhasil menggagalkan peredaran rarusan liter miras berbagai jenis.

Miras itu diamankan dari eks Terminal Cilembang dan sekitarnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.