Beranda Susur Jabar Selatan Ekspedisi Radar Tasikmalaya Susur Selatan Jabar (11)
Lintasi 54 Jembatan Besar, Bus Damri Perintis Jalur Selatan

Ekspedisi Radar Tasikmalaya Susur Selatan Jabar (11)

201
BERBAGI

Sudah 231 kilometer perjalanan menyusuri jalur selatan Jawa Barat melalui Pantai Pangandaran hingga ke wilayah pesisir Kabupaten Cianjur. Melewati sedikitnya 54 jembatan besar. Kondisi jalan sangat baik, layaknya jalan tol.

Laporan. NANA SURYANA

Menyuguhkan pemandangan eksotis yang membuat perjalanan terasa menyenangkan. Kabar baiknya, saat ini sudah ada angkutan umum bus Damri jurusan Pangandaran-Sindangbarang yang beroperasi setiap hari.

Setelah menginap semalam di pesisir Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Radar kembali melanjutkan perjalanan, menyusuri jalanan bercor yang cukup lebar. Jalanan sepi membuat perjalanan lebih cepat, menyusuri tepi pantai tanpa nama, akhirnya tiba di Kecamatan Sindangbarang. Daerah tersebut merupakan batas terakhir trayek angkutan perintis Damri di wilayah jalur selatan Jawa Barat.

Radar menyempatkan berhenti di Pasar Sindangbarang, tepatnya di Dusun Pasir Kaderi Desa Saganten. Kebetulan, mendapatkan informasi lokasi tersebut menjadi pemberhentian terakhir angkutan perintis jalur selatan. Benar saja, saat Radar tiba di lokasi, ada satu bus yang terparkir.

Dari tepi jalan raya, terlihat gerbang bertuliskan Pasar Sindangbarang, namun lokasinya sepi, tidak terlihat para pedagang berjualan seperti layaknya pasar pada umumnya. Hanya bus Damri jurusan Pangandaran-Sindangbarang saja yang terparkir.

“Lokasi ini memang dulunya pasar, ramai banyak pedagang tapi sekarang sepi, pasarnya sudah pindah jadi digunakan terminal bus aja,” tutur Sri (44), warga setempat saat berbincang dengan Radar.

Dia menginformasikan ada dua bus Damri jurusan Pangandaran-Cianjur yang dioperasikan sebagai angkutan publik perintis. Setiap hari, kata Sri, dua bus tersebut pulang-pergi secara bergantian.

“Bus Damri jurusan Pangandaran-Sindangbarang ini sudah beroperasi sejak Februari 2016 lalu, dengan kapasitas 35 orang,” ujarnya.

Pemberangkatannya, lanjut dia, dibagi dua trayek, yakni pukul 07.00 dan pukul 10.00. “Ongkosnya tujuh puluh ribu, kurang lebih menempuh perjalanan selama 8 jam, kadang bisa lebih lama tergantung banyaknya penumpang,” kata dia.

Menurutnya, keberadaan bus perintis di jalur selatan sangat membantu masyarakat. Mengingat, selama ini sangat jarang angkutan umum yang melintas. “Walaupun jalannya sudah bagus tapi angkutan umum masih jarang, jadi bus Damri ini sangat membantu, apalagi trayeknya panjang sampai ke Pangandaran,” ujarnya.

Untuk menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi, kata dia, harus naik beberapa kali angkutan umum. Salah satunya, bus jurusan Sindangbarang-Tegal Buleud. “Jalannya tidak lagi melintasi pinggir pantai, tapi naik turun perbukitan melintasi perkampungan,” ujarnya.

Saat Radar di lokasi tersebut sekitar pukul 08.00, supir bus kebutuhan masih istirahat, satu bus lagi sudah jalan menuju Pangandaran menyusuri pantai.
Perjalanan kembali dilanjutkan dengan tujuan obyek wisata Geopark, Ciletuh di Kabupaten Sukabumi. (bersambung)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.