Taman Halimah, Tempat Berkumpul Masyarakat Cipatujah

Ekspedisi Radar Tasikmalaya Susur Selatan Jabar (4)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Setelah menyusuri beberapa obyek wisata di pesisir Kabupaten Pangandaran dan singgah di obyek wisata Karang Tawulan, Kabupaten Tasikmalaya. Perjalanan kembali dilanjutkan menyusuri jalanan bercor beton mulus dan lebar. Treknya masih lurus. Pemandangan di kiri jalan masih hamparan pantai dan laut lepas, sementara di kanan jalan melewati beberapa areal pesawahan, perkebunan dan pemukiman warga, benar-benar memanjakan mata.

Laporan : NANA SURYANA

Selepas dari pesisir Pantai Cikalong, perjalanan berlanjut memasuki wilayah pesisir Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Melewati beberapa jembatan kokoh, melintasi sungai-sungai besar. Kabupaten Tasikmalaya sendiri memang memiliki bentangan pantai yang cukup panjang, yakni sekitar 52 kilometer.

Menariknya, di setiap sungai selalu ada aktivitas warga mencari ikan. Mulai dari yang sekadar memancing di tepian sungai, menjala di atas bagang hingga yang turun langsung ke sungai.
Seperti yang terlihat di Desa Cikawunggading Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Masyarakat menyebutnya kawasan Taman Halimah. Meskipun tidak terlihat seperti taman pada umumnya, namun lokasi ini menjadi tempat masyarakat berkumpul untuk mencari ikan.

Lokasi tersebut merupakan muara sungai. Gundukan pasir di tengah-tengah muara seperti benteng alam yang membentang cukup panjang, lebih dari 100 meter, menjadi pemisah antara bibir pantai dan sungai. Di sepanjang bantaran muara inilah warga beraktivitas mencari ikan dan biota khas muara sungai. Radar sempat menyaksikan kegiatan masyarakat setempat disana.   Cukup menarik perhatian karena puluhan warga hilir mudik di sepanjang muara sungai yang dangkal itu.

Menurut Cecep (37), salah seorang warga di sana, aktivitas warga yang menjala ikan selalu ada hampir setiap hari. Meski ia sendiri sudah bekerja di Bandung sejak lima tahun terakhir, namun saat pulang kampung, selalu menyempatkan turun ke sungai sekadar melepas kepenatan. Jika sedang beruntung, bisa membawa pulang berbagai jenis ikan hasil buruannya.

“Sejak kecil saya sering main di sini mencari ikan, masyarakat sini memang sudah biasa. Namun bukan pekerjaan utama, tapi ya lumayan lah untuk sekadar ingin makan ikan warga di sini tinggal turun ke sungai,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa ikan hasil tangkapannya.

Lanjut Cecep, ikan yang didapat cukup beragam, mulai dari ikan habitat sungai hingga ikan laut seperti Kerapu dan jenis ikan yang biasa hidup di habitat karang laut.
Namun demikian, saat ini hasil tangkapan warga tidak sebanyak dulu. Ini disebabkan berbagai faktor, mulai dari pencemaran sungai hingga berubahnya lingkungan pesisir dan muara akibat ekplorasi pasir besi beberapa tahun lalu. “Beda sekali dengan dulu, walaupun di sungai tetapi bisa dapat ikan besar, sekarang ikan kecil saja semakin susah didapat,” ungkapnya.

Sebagian besar masyarakat Cipatujah memang berprofesi sebagai petani. Meskipun, bentangan pantainya dan wilayah perairannya cukup luas, namun profesi nelayan bukanlah menjadi pekerjaan yang banyak dipilih masyarakat Cipatujah. Mungkin, karena karakteristik pantainya yang berbahaya, sehingga melaut menjadi profesi yang penuh risiko tinggi. Bahkan, cerita nelayan berguguran saat melaut sering terdengar di wilayah ini.

Hidup sebagai nelayan tidaklah mudah, namun kadang menjadi pilihan karena kebutuhan hidup. Begitu pandangan masyarakat nelayan di sana. Mereka harus siap berurusan dengan maut setiap hari dan penghasilan yang tidak menentu. Masyarakat yang berprofesi nelayan terpusat di Pantai Pamayangsari.
Komoditas pertanian dan perkebunan seperti padi, kelapa, jagung, kayu dan lainnya menjadi andalan yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat Cipatujah. “Di sini banyak pohon kelapa dan menjadi pemasok ke wilayah Bandung dan Jakarta,” tutur Sofyan (43), salah seorang tokoh pemuda di Desa Cikawungading.

Bentangan pantai di wilayah Cipatujah cukup panjang, luas areanya mencapai 115 hektare. Pantai Cipatujah memiliki pantai yang indah dipandang mata, deretan pohon pandan dan sesekali melintasi areal pesawahan cukup menyejukkan mata.  Namun demikian, pantai ini juga memiliki gelombang ombak yang cukup besar sehingga tidak direkomendasikan untuk aktivitas berenang. Di wilayah ini juga masih banyak dijumpai lahan-lahan kosong yang belum produktif. (bersambung)

loading...