Ekspor Baja Indonesia Serbu Malaysia

82
0

JAKARTA – Malaysia akhirnya resmi menghapus Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap impor baja jenis Hot Rolled Coil asal Indonesia. Ini terhitung sejak Sabtu (9/2) lalu. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan penghapusan merupakan hasil dari tinjauan administrasi Kementerian Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia (MITI) pada 14 Agustus 2018 silam.

Oke mengatakan, penghapusan bea tarif ini bukan tanpa paksaan. Tenggat waktu BMAD baja Indonesia sebenarnya berlaku hingga Februari 2020 nanti. Namun di tengah jalan, industri baja dalam negeri Malaysia mengalami masalah internal. Praktis sejak 2016 industri baja Malaysia menyetop HRC ke pasar domestik.

“Dasarnya begitu, jadi yang di sana (Malaysia) tidak bisa memenuhi pasokan baja domestik sejak dua tahun silam. Sementara ekspor baja kita surplus. Mau tak mau, BMAD dihapus,” ujar Oke, Rabu (13/2).

Oke juga mengapresiasi inisiatif PT Krakatau Steel, Tbk yang telah mengajukan peninjauan atas pengenaan BMAD HRC asal Indonesia. “Berhentinya operasional industri dalam negeri Malaysia yang memproduksi subyek BMAD menjadi dasar kuat mengajukan peninjauan kembali pengenaan BMAD,” jelasnya.

Selain itu, Oke juga mengapresiasi Pemerintah Malaysia yang telah menunjukkan sikap responsif dalam penyelenggaraan peninjauan. Malaysia telah mematuhi peraturan perundang-undangan mereka sendiri. “Penghentian operasional perusahaan baja Malaysia Megasteel telah merubah kondisi pasar domestik dan BMAD menjadi tidak relevan lagi karena tidak ada industri dalam negeri Malaysia yang memerlukan perlindungan,” ujarnya.

Sementara, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah yang telah memberikan pendampingan Krakatau Steel dalam proses peninjauan ini. (fin/tgr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.