Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Elektabilitas Calon Bupati Jeje Wiradinata tak Tertandingi, LSI Klaim Bakal Menang Lagi

209
0

PANGANDARAN – Konsultan Politik dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Network, Denny JA mengklaim, elektabilitas Calon Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata diatas 50%.

Posisinya sebagai incumbent diprediksi berpotensi besar untuk terpilih kembali pada Pilkada September 2020 mendatang.

“Elektabilitasnya jauh meninggalkan kandidat yang lain, pak Jeje sudah masuk dalam kategori matahari tunggal, semakin sulit posisinya untuk dikalahkan,” tutur Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Network, Denny JA kepada radartasikmlaya.com, Selasa(21/1/2020).

Dikatakannya, survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA sudah dilakukan sejak 9 – 13 Desember 2019 lalu dengan menggunakan metode standar, multistage random sampling.

Wawancara tatap muka dengan jumlah responden 440, dengan margin of error 4,8%.

“Hasil analisis kami, dalam berbagai simulasi jumlah kandidat, elektabilitas pak Jeje selalu unggul signifikan. Semakin sedikit jumlah calon, semakin tinggi elektabiliasnya,” ujarnya.

Toto menjelaskan, dalam simulasi 9 calon misalnya, Jeje unggul dengan 65,5%, disusul Adang Hadari 14,1%, sementara yang lain masih dibawah 10%.

Seperti Ino Darsono 7,7%, Taufik Martin4,3% dan seterusnya dibawahnya lagi.

Selanjutnya, dalam simulasi 5 calon, posisi Jeje juga semakin jauh meninggalkan kandidat lain.

Yakni, Jeje unggul dengan 69,15, disusul Adang Hadari 15,5% dan yang lainnya dibawah 10%.

“Begitu juga dalam simulasi yang lebih sedikit seperti head to head dua pasang, pak Jeje semakin jauh meninggalkan kandidat lain. Dengan posisi seperti itu, ada kemungkinan sulit untuk memunculkan calon yang mau maju di Pangandaran,” ujarnya.

Menurutnya, Sebagai incumbent, sebenarnya tak ada yang aneh dan heran dengan elektabilitas Jeje yang melesat jauh meninggalkan kandidat yang lain.

“Dalam simulasi pertanyaan tentang apakah publik di Pangandaran ingin Bupati baru atau bupati lama. Mayoritas publik sebanyak 67,7% ingin tetap pemimpin lama, dan hanya 19,8% publik ingin pemimpin baru,” ungkapnya.

Lanjutnya, Variabel lain yang menjadi faktor keunggulan Jeje yaitu memiliki tingkat kepuasan publik atas kinerjanya yang cukup tinggi sebagai incumbent, yaitu sebesar 79,5%.

“Beliau juga mempunyai bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang cukup tinggi yaitu 97,3% dan 92,8%,” ujarnya.

Menurut dia, Jeje juga sudah mengantongi jumlah pemilih militan yang tinggi yaitu sebesar 44,1%.

“Faktor lain yang juga selalu menjadi indikator potensi kemenangan, tergambar dari peta distribusi dukungan di aneka segmen demokrafis yang cukup merata, baik suku, agama, gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan bahkan sebaran dukungan di setiap zona dan dapil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Potensi kemenangan Jeje akan semakin kokoh jika pada Pilkada September mendatang berpasangan dengan Wakil Bupati Ada Hadari.

“Pasangan Jeje-Adang potensinya semakin tak tertandingi karena berdasarkan simulasi calon wakil, hanya ada yang berada diposisi tertinggi, yaitu 43,4%. Sementara calon wakil lainnya masih dibawah 10%,” pungkasnya.

(nana suryana)

loading...