EMANSIPASI MODERN

240
0

Siapa yang tidak kenal dengan Raden Ajeng Kartini, sosok perempuan yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara. Ibu Kartini adalah seorang yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan bangsawan yang paham dan taat mengenai adat istiadat bangsawan. Kegemaran membacanya telah membuat dia berfikir kritis, beliau pun berusaha untuk membuat wanita tidak dipandang sebelah mata. Di antara perlakuan diskriminasi wanita yang ada, beliau berusaha membuat posisi dan kedudukan wanita dihargai. Usaha-usaha Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa Indonesia terutama bagi kaum wanita, khususnya melalui fasilitas pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajatnya apakah termasuk kelompok bangsawan atau rakyat biasa. Dimata beliau, semuanya dianggap memiliki hak yang sama dalam mendapatkan sarana pendidikan, perempuan dan laki-laki berhak mendapatkan perlakuan yang sama dalam masyarakat. Kemajuan bangsa Indonesia tidak hanya bergantung terhadap kecerdasan laki-laki, tetapi kemajuan bangsa Indonesia tetap tidak lepas dari peran kecerdasan wanitanya. Usaha pendidikan perempuan yang dipelopori oleh Kartini, tidak hanya bisa membaca, menulis dan belajar tetapi wanita juga diberikan kebebasan dalam pengambilan keputusan dalam hidupnya.
Di era emansipasi wanita sekarang ini, telah banyak peranan pemimpin yang dilakukan oleh wanita. Jabatan-jabatan yang sebelumnya diposisikan biasa oleh laki-laki, sekarang wanita pun sudah berada di posisi tersebut. Peran sebagai seorang wanita sudah diakui oleh bangsa, tidak diperlakukan diskriminasi lagi. Wanita dituntut untuk bisa berperan ganda dimana wanita tetap bisa menjalankan kewajiban sesuai dengan kodratnya.
Di sisi lain wanita juga diberikan kepercayaan untuk bisa tetap produktif dalam karier mau pun dalam kehidupan masyarakatnya. Emansipasi wanita yang diperjuangkan itu adalah kebebasan dalam menempuh pendidikan, kebebasan dalam bekerja dan kebebasan dalam menyatakan pendapat bukan mengenai persamaan pengakuan diri antara wanita dan pria. Wanita diharapkan menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anak yang dilahirkannya, di mana ibu yang membimbing anak-anaknya menjadi cerdas, kuat, bermartabat, memiliki attitude yang baik yang dapat berguna bagi kehidupan dia di masa depannya.
Dengan menjadi wanita mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain itu sudah menjadi contoh nyata yang disebut dengan emansipasi wanita, tentunya dengan tidak melupakan kodrat sebagai seorang wanita dan ibu yang tetap berperan penting bagi keluarganya. Wanita harus memahami bahwa peran wanita seutuhnya tidak dalam arti merendahkan peran dan fungsi seorang laki-laki, tapi peran wanita yang memiliki kelembutan, kesabaran, kesederhanaan dan memiliki daya juang yang tinggi sehingga keutuhan keluarga mau pun kariernya bisa tetap bertahan dan berjalan secara selaras serta harmonis.
Wanita pasti mampu untuk bisa melangkah lebih jauh, berkarya lebih bebas, bergerak lebih luas, cerdaskan diri kita sebagai ibu dan wanita untuk bisa mencerdaskan anak-anak kita digenerasi selanjutnya. (*)

Profil Penulis
Nama : R. Rindu Garvera.S.IP.M.Si
Profesi : Dosen Ilmu Pemerintahan Unigal

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.