Empat Pengamen Korban Salah Tangkap Tuntut Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi Digugat Bayar Ganti Rugi Rp 750 Juta

64
0

POLDA Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dituntut oleh empat orang pengamen yang menjadi korban salah tangkap.  Mereka antara lain Fikri (23), Fatahillah (18), Ucok (19), dan Pak (22).

Keempat korban salah tangkap tersebut ditangkap oleh pihak Jatanras Polda Metro Jaya pada Juni 2013 lalu.

Kuasa hukum dari LBH Jakarta, Oky Wiratama Siagian mengatakan, keempat korban salah tangkap tersebut mengajukan praperadilan ganti rugi materil dan immateril terhadap institusi kepolisian dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai pihak termohon serta Kementerian Keuangan sebagai turut termohon.

“Hari ini sidang perdana praperadilan ganti rugi materil dan immateril. Pihak termohon yaitu institusi Kepolisian RI dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sedangkan pihak turut termohon yaitu Kementerian Keuangan yang akan membayar gugatan ini,” ucap Oky Wiratama Siagian kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (17/7).

Institusi Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi DKI digugat ganti rugi materil dan immateril sebesar Rp 750,9 juta.

Selain itu juga pihaknya juga menuntut Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk membuat pernyataan ke publik.

“Pihak kepolisian harus menyatakan bahwa memang harus mengakui kalau mereka salah tangkap. Itu yang kita tuntut harus ada pengakuan itu,” ucap Oky kepada Kantor Berita RMOL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Menurutnya, tuntutan tersebut dilakukan setelah Mahkama Angung menyatakan keempat pengamen yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan terhadap sesama pengamen tidak bersalah.

“Mahkamah Agung putusannya menyatakan membebaskan keempat orang anak kecil ini dulunya,” jelasnya.

Persidangan telah dibuka pukul 12.45 WIB pihak termohon dari pihak Institusi Kepolisian maupun Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan pihak turut termohon dari Kementerian Keuangan turut hadir.

Namun, sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan ditunda karena karena pihak kuasa hukum dari korban salah tangkap belum melengkapi beberapa dokumen. Sehingga persidangan ditunda dan akan dilanjutkan pada hari senin (22/7).

Diketahui beberapa tahun sebelumnya, empat pengamen tersebut ditangkap oleh unit Jatanras Polda Metro Jaya. mereka dituduh melakukan pembunuhan terhadap sesama rekan pengamen. Padahal mereka lah yang melaporkan penemuan mayat di bawah jembatan Cipulir, Jakarta Selatan.

Keempat korban salah tangkap tersebut akhirnya harus menjalani masa tahanan selama tiga tahun  sejak 30 Juni 2013.

Namun setelah menjalani masa tahanan, korban pembunuhan diketahu bukanlah sesama pengamen. dan keempat orang tersebut tak terbukti tidak sebagai pelaku.

Keempat pengamen itu juga telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). MA juga telah memutuskan mereka tidak bersalah sesuai dengan putusan nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Sehingga, keempat korban salah tangkap tersebut mengajukan gugatan praperadilan ganti kerugian terhadap institusi Kepolisian dan Kejaksaan. (dod/Rmol/radartasik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.