Beranda Kota Tasik Empat Tahun Dikerangkeng, Kini Bebas

Empat Tahun Dikerangkeng, Kini Bebas

76
BERBAGI

TASIK – Jalil, warga Kampung Ba­bakan Pasawi Kelurahan/Ke­camatan Bungursari kini sudah ter­bebas dari kerangkeng rantai besi selama empat tahun akibat me­ng­alami gangguan jiwa. Pa­salnya, ingatan pria berusia 59 ta­hun ini sudah normal kembali se­telah mengikuti rangkaian pengobatan.

Adik Jalil, Ocid (55) me­nerangkan kakaknya mengalami gangguan jiwa setelah ibunya meninggal dunia pada 2014. Dia tidak mau tidur. Malah menyakiti diri sendiri. Sehari-harinya terus berteriak-teriak. Tak jelas. “Enggak makan, tidur pun susah,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (27/3).

Karena perilaku Jalil tidak normal, keluarga pun berinisiatif untuk mengurungnya di rumah. Bahkan tubuhnya terpaksa harus dirantai besi. Karena dikhawatirkan dia berkeliaran dan mengganggu warga.

Pada 2016, pemasungan Jalil tercium oleh petugas puskesmas dan unsur Muspika Kecamatan Bungursari. Akhirnya, dia dicek tim medis.

Petugas pun diberi pemahaman kepada keluarga agar Jalil bisa ditangani dengan serius.
Kepala Puskesmas Bungursari Ihsan Puadi mengatakan pada Februari 2018, keluarga akhirnya sepakat untuk mengikuti saran aparat. Jalil pun dibawa ke rumah sakit jiwa dr Marzoeki Mahdi di Bogor. Dia diobati melalui berbagai metode. Mulai dari pemberian obat sampai terapi sosial. “Setelah sebulan lebih progresnya bagus dan dokter memperbolehkannya pulang,” terangnya saat mengunjungi Jalil.

Jalil sendiri memang sudah mulai bisa diajak berkomunikasi. Bahkan sudah kembali melaksanakan ibadah Salat. Saat ditanya apa yang akan dikerjakan ke depan, dia mengaku akan meneruskan usahanya yang sempat tertunda. “Nganyam sirib lauk, beda jeung nu lain ieu mah,” ungkapnya dengan nada yang masih terbata-bata.

Camat Bungursari Hildat Darojati mengatakan pihaknya bekerja sama dengan unsur muspika untuk turut mendorong kepulihan warganya itu. Di antaranya dengan turun langsung bergotong royong membangun rumah baru untuk Jalil. “Supaya dia merasakan bahwa kami peduli kepadanya,” tuturnya.

Ketua Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Depo juga turut peduli dengan kondisi Jalil. Dia pun berkomitmen akan membantu kekurangan dalam pembangunan rumah barunya. “Apalagi Bungursari itu tempat tinggal saya. Saya pasti bantu karena ada beberapa kekurangan dalam pembangunan rumahnya,” ungkapnya usai memberi santunan kepada Jalil. (rga)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.