Empat WNA di Pangandaran Jadi Mualaf

181

PARIGI –  Sepanjang tahun 2018, sebanyak empat Warga Negara Asing (WNA) memutuskan masuk islam atau menjadi mualaf.

Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijulang Suryatna mengatakan ada  beberapa alasan yang membuat para WNA tersebut memutuskan menjadi mualaf.

“Ada yang merasa sudah nyaman tinggal di sini, mereka sangat tertarik dengan kehidupan bermasyarakat di sini,” ujarnya kepada Radar, Senin (4/5).

Selain itu, ada juga yang memutuskan menjadi mualaf karena alasan pernikahan dengan warga di Pangandaran. “Jadi mereka tidak ragu dalam mengucap dua kalimat syahadat,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran Cece Hidayat mengatakan saat ini belum ada lembaga pembinaan mualaf di Kabupaten Pangandaran. “Namun pembinaan terhadap mualaf tetap dilakukan oleh KUA,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan mualaf seperti mualaf center baru di beberapa kota. “Kalau mualaf center itu biasanya yang konsen dalam segala hal yang berkaitan dengan mualaf,” terangnya.

Menurut Cece, menjadi seorang mualaf merupakan sebuah hidayah dari Allah SWT dan bisa terjadi pada siapa pun. “Jelas mereka orang-orang yang sangat beruntung mendapatkan hidayah, tegasnya. (den) 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.