Enam Belas di Banjar ASN Gugat Cerai Pasangan

87
0

BANJAR – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar mencatat, tahun ini ada enam belas aparatur sipil negara (ASN) perempuan dan laki-laki yang menggugat cerai pasangannya.

Mereka datang ke kantor BKPPD untuk meminta izin wali kota untuk sidang ke Pengadilan Agama.

Baca juga : Hasil Seleksi Kompetensi CPNS Kota Banjar Diumumkan November

Rata rata, kata Kepala BKPPD Banjar Kaswad, persoalan rumah tangga yang menyeret ASN menggugat cerai pasangannya karena tidak harmonis dalam menjalankan bahtera rumah tangga.

“Tahun ini ada 16 ASN, di antaranya 12 merupakan ASN perempuan yang menggugat cerai suaminya, kemudian dua ASN laki-laki yang menggugat cerai istrinya. Dari jumlah itu, satu ASN yang menggugat cerai berhasil islah setelah melewati pembinaan di BKPPD,” kata Kaswad, Jumat (16/10).

Ia mengatakan, sebelum mengeluarkan izin dari wali kota untuk persoalan gugatan cerai, ASN tersebut terlebih dahulu dilakukan pembinaan melalui BAP. Pihak BKPPD mencoba untuk memecahkan persoalan dengan mencari solusi, supaya ASN yang menggugat cerai bisa islah dan membatalkan niatnya.

Loading...

Namun jika proses pembinaan tidak membuat ASN mengurungkan niatnya, maka BKPPD mengeluarkan surat izin rekomendasi untuk penggugat melanjutkan sidang gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

“Kalau dibanding dengan jumlah izin gugatan cerai tahun lalu, lebih banyak tahun ini. Tahun lalu berjumlah 12 ASN yang meminta izin wali kota untuk daftar gugatan cerai. Dari jumlah 12 itu ada yang islah satu pasangan ASN,” katanya.

Ia menjelaskan ASN yang meminta izin gugatan cerai terlebih dahulu harus melampirkan surat pembinaan dari kepala OPD-nya. Baru bisa mengusulkan ke BKPPD.

“Harus melalui pembinaan dulu dari OPD-nya masing-masing sebelum ke BKPPD. ASN yang akan sidang cerai di Pangadilan Agama tidak bisa menjalani sidang jika tidak ada izin dari wali kota melalui BKPPD,” katanya.

Baca juga : Kasus Corona Naik, Pemkot Banjar Mendata Warga Pendatang

Ia mengimbau seluruh ASN di Kota Banjar, yang berjumlah 2.661 orang sesuai Daftar Urut Kepangkatan (DUK) agar bisa menjaga kekuatan rumah tangga, apalagi ASN yang sudah memiliki anak.

Diharapkan tidak melakukan perceraian dengan pasangannya.
“Kita berharap jumlah perceraian ASN menurun, oleh karena itu upaya kita untuk membina ASN dalam menjalani rumah tangga dilakukan setiap penerimaan CPNS, pembinaan kepegawaian dilakukan supaya ASN yang sudah berumah tangga tidak bercerai. Pembinaannya lebih kepada motivasi dan dan penguatan mental ASN,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.