Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Enam Bulan, 13 Kecelakaan Proyek Infrastruktur

250
0
CRANE AMBRUK. Kondisi crane proyek pembangunan konstruksi jalur rel double-double track (DDT) yang ambruk di Jalan Matraman, Jakarta pada Minggu (4/2).

Banyaknya proyek pembangunan ambruk bisa dikarenakan berbagai sebab. Salah satunya, bisa jadi ada korupsi yang membuat spesifikasi bangunan menjadi tidak sesuai. Namun, penyelidikan terhadap indikasi korupsi dalam proyek pembangunan harus dimulai dengan temuan kerugian negara.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Kombespol Arief Adiharsa menuturkan, ambruknya sebuah bangunan yang sedang dalam masa pembangunan itu bisa dikarenakan berbagai sebab. Dari sisi tindak pidana korupsi, bisa jadi terdapat tindak pidana tersebut. ”Pasti ada sesuatu,” terangnya.

Namun, Dittipikor tidak bisa serta merta kami bisa menyelidiki sebuah proyek yang saat pembangunan mengalami kerusakan atau ambruk. ”ada tahap yang harus dilalui terlebih dahulu,” papar polisi dengan tiga melati di pundaknya tersebut.

Prosedurnya untuk Dittipikor, baru bisa melakukan penyelidikan bila terdapat audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit tersebut yang menjadi kunci dalam penyelidikan sebuah tindak pidana korupsi. ”Audit itu yang harus kami tunggu, membutuhkan proses,” paparnya.

Namun begitu, Dittipikor sepakat bahwa pengawasan terhadap sebuah proyek pembangunan itu harus ditingkatkan. Dengan begitu diharapkan pembangunan tersebut berjalan sesuai dengan prosedur. ”Sehingga, ancaman pembangunan mengalami roboh juga semakin kecil,” paparnya.

Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menjelaskan, selama masih menunggu audit dari BPK, sebenarnya Dittipikor bisa untuk melakukan pemeriksaan awal. ”Ya berdasar adanya ambruknya pembangunan tersebut, kumpulkan bahan keterangan dulu. Pemeriksaan awal sebelum penyelidikan,” jelasnya.

Untuk kasus semacam itu, perlu penyelidikan yang lengkap dari pengadaan dan proses tender, hingga proses pelaksanaan pembangunan. ”bagaimana proses pengadaannya, apakah sesuai prosedur atau tidak,” tuturnya.

Selanjutnya, perlu untuk dilihat bagaimana pelaksanaan pembangunan. Salah satu kuncinya adalah apakah pembangunan ini di-subkontrakkan. Yang biasanya terjadi pembangunan itu di-subkontrakkan berlapis-lapis. ”Kalau itu terjadi, indikasi korupsi menguat,” paparnya.

Apakah subkontak proyek ini dilarang? Boyamin menuturkan bahwa subkontrak pembangunan itu diperbolehkan, namun dengan pemberitahuan dari awal. ”Kalau diam-diam di-subkontrakkan itu tentu ada apa-apanya,” ujarnya.

Dengan disubkontrakkan diam-diam dapat diartikan bahwa bisa jadi harga lelang jauh lebih tinggi dari harga pasaran. ”Kalau begini tentunya perlu diselidiki,” terangnya.

Pun begitu, subkontraktor yang diam-diam juga bisa membuat kebingunan atas siapa yang bertanggungjawab dalam pembangunan. ”Bila terjadi sesuatu, siapa yang bertanggungjawab, pemenang tender atau yang subkontrak. Pengawasan juga menjadi lebih sulit,” tuturnya.

Sementara itu, pemerintah ngebut menyelesaikan banyak proyek infrastruktur. Namun, karena tidak diimbangi dengan cara kerja yang aman, percepatan pembangunan itu menimbulkan banyak insiden. Dalam 6 bulan saja, ada 13 kecelakaan. Beberapa di antaranya menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi kemarin di Jakarta.

Seperti pada 4 Agustus 2017 tiang penyangga LRT Palembang jatuh akibatkan dua korban tewas, 22 September 2017 jembatan proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) jatuh, 1 tewas, 2 luka-luka.

10 Oktober 2017 pagar proyek LRT di depan Menara Saidah amblas akibat hujan deras. Tidak ada korban. 17 Oktober 2017 alat berat fontry gertal untul proyek LRT menimpa ruko, 1 ruko rusak. 29 Oktober 2017.

Girder proyek jalan tol pasuruan-Probolinggo (Paspro) jatuh, satu orang tewas. 3 November 2017 beton pagar proyek MRT di Jalan Wijaya jatuh saat proses pengangkatan. Tidak ada korban. 15 November 2017 beton LRT Jakarta jatuh, 1 mobil rusak, 16 November 2017 Crane proyek pembangunan jalan tol Jakaera-Cikampek/Japek II (elevated) jatuh. Tidak ada korban. 9 Desember 2017 Girder proyek Jembatan Ciputrapinggan jatuh. Tidak ada korban.

30 Desember 2017 Girder proyek jalan tol Pemalang-Batang jatuh. Tidak ada korban. 2 Januari 2018 Girder proyek simpang susun jalan tol Depok-Antasari (Desari) jatuh. Tidak ada korban. 22 Januari 2018 Girder LRT di Utan Kayu roboh. 5 orang luka-luka dan 4 Februari 2018 Crane proyek double-double track (DDT) kereta api di Matraman ambruk, 4 tewas, 1 luka-luka. (idr/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.