Enam Pelaku Pungli Diringkus

92
0
TEGAS. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK saat diwawancara di Pos Pam Limbangan Minggu (9/6). Selama libur Lebaran, Polres Garut mengamankan enam pelaku pungli. yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KALER – Selama libur Lebaran, Polres Garut meringkus beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan objek wisata pemandian air panas Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler. Enam orang itu diamankan saat melakukan pungli dengan modus meminta uang parkir dan jasa pencucian mobil wisatawan.

“Kita amankan dari mulai hari H (Lebaran) sampai sekarang. Modus yang digunakan biasa, klasik, minta uang parkir dan cuci mobil paksa,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK kepada wartawan di Pos Pam Limbangan Kabupaten Garut Minggu (9/6).

Budi menerangkan sebanyak enam orang itu dijerat tindak pidana ringan (tipiring) dan pembinaan. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera agar tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari. “Ada enam orang yang diamankan, kita bina dulu. Kalau tertangkap melakukan pungli lagi, kita pidanakan langsung,” katanya.

Dia menerangkan penangkapan pelaku premanisme dilakukan setelah pihaknya menerima berbagai laporan terkait aksi pungli. Sebelum menangkap, pihaknya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat sekitar wisata Cipanas Garut dan melalui tokoh masyarakat agar menjaga ketertiban, kenyamanan dan keamanan.

Namun kasus itu, kata dia, kembali muncul. Kemudian pihaknya melakukan tindakan tegas dengan mengamankan pihak yang melakukan pungli. “Kami sudah melakukan preventif, tetapi tidak diindahkan. Jadi kami tidak langsung supaya tidak terjadi lagi,” terangnya.

Ia menyampaikan musim libur Lebaran seringkali banyak orang ingin berwisata. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga citra positif Kabupaten Garut. “Garut jadi sorotan wisata, banyak orang berbondong-bondong ke Garut untuk berwisata,” terangnya.

Dia mengimbau wisatawan yang merasa dirugikan, terutama ada kaitannya dengan tindak pidana diminta untuk segera lapor ke polisi. “Sekecil apapun kalau ada yang berkenaan masalah gangguan keamanan segera laporkan, apalagi berkaitan dengan pidana,” katanya.

Budi menambahkan Polres Garut selama ini tidak hanya operasi pengamanan Lebaran, tetapi melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Selama operasi penyakit masyarakat, pihaknya juga mengungkap kasus lain seperti peredaran minuman keras bahkan prostitusi.

“Premanisme terus miras, prostitusi juga masih ada. Intinya kita masih dalam waktu Operasi Ketupat dan Pekat yang sampai sekarang masih terus dilakukan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.