Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.8%

8.8%

2.5%

26.3%

2.6%

49.9%

0.1%

9.1%

0%

EO Pertandingan Persib vs Priangan Selection Tidak Profesional, Tasik Kena Getahnya

226
0

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai bersikap terkait merembetnya urusan match fee serta persoalan lain akibat kurang kooperatifnya event organizer (EO) penyelenggara pertandingan ujicoba Persib Bandung vs Priangan Selection yang digelar di Stadion Wiradadaha, Sabtu (24/2).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tasikmalaya Drs Asep Maman Permana menjelaskan kaitan penyelenggaraan pertandingan di akhir pekan lalu itu tidak berkaitan dengan Pemkot. Menurutnya, dalam pertandingan tersebut terdapat panitia penyelenggara yang mengurus segala sesuatu hal. “Adapun perizinan, itu sudah standar operasional prosedur (SOP) yang sbiasa dilaksanakan baik dari pemerintah maupun kepolisian,” jelasnya saat menghubungi Radar, Kamis (1/3).

Asep menjelaskan kaitan implikasi yang ditimbulkan pasca pertandingan tersebut, kata dia, perlu diketahui murni merupakan kewenangan atau tanggungjawab penyelenggara (EO). Dan posisi Pemkot secara wilayah administratif hanya sebagai fasilitator sarana yakni stadion. “Perlu diluruskan. Jangan sampai Pemkot yang kena getahnya. Padahal di sisi lain kami mendukung olah raga dan kedatangan Persib Bandung,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar kewajiban, atau perjanjian hal apapun yang belum diselesaikan pihak penyelenggara bisa segera tuntas. Sehingga tidak menyeret Pemkot. “Sebab ini sudah menyangkut nama daerah, kita khawatir citra Pemkot tercoreng atau dipandang kurang baik,” ungkapnya.

Firgiawan / Radar Tasikmalaya
BERI KLARIFIKASI. Mewakili EO penyelenggara pertandingan Persib Bandung vs Priangan Selection H Cece Insan Kamil (kiri) memberi penjelasan kepada pengurus Persikotas dan Disporabudpar Kota Tasikmalaya pada Kamis (1/3).

Terpisah, mewakili event organizer (EO) penyelenggara pertandingan Persib Bandung vs Priangan Selection, H Cece Insan Kamil melakukan klarifikasi serta kepastian pertanggungjawaban atas segala sesuatu hal yang berdampak terhadap Kota Tasikmalaya. “Penyelesaian antara pihak EO dan manajemen Persib sedang dilakukan. Namun untuk hasilnya seperti apa, kami belum mendapatkan perkembangan,” tuturnya.

Cece yang juga ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya itu menegaskan masalah yang belum dituntaskan pasca pertandingan sudah mulai dilakukan penyelesaian walaupun lambat. Baik kepada tim Priangan Selection ataupun hal non teknis lainnya. “Tetapi terkait kerusakan stadion, kami siap bertanggungjawab untuk menyelesaikannya. Dalam hitungan hari insya allah diperbaiki lagi. Sebab, saat ini koordinator penyelenggara (EO) dirawat di Bandung usai dirujuk dari RS TMC karena mengalami pendarahan kandungan,” bebernya.

Dia menambahkan sejatinya kegiatan ujicoba itu bertujuan untuk menghibur masyarakat. Sehingga dipilihnya tim Priangan Selection dengan harapan dapat menyuguhkan tontonan yang menarik. ”Saya akui masalah ini tidak ada kaitannya dengan Pemkot. Bahkan sebelum pertandingan digelar wali kota sudah menekankan agar tidak membebani Pemkot dan disetujui EO,” tandasnya.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deri Daswara menambahkan beberapa fasilitas yang harus dibereskan EO diantaranya pintu stadion yang jebol dan kursi penonton di tribun yang dibongkar belum dipasang kembali. “Rel kursi penonton itu belum dipasang kembali. Namun pintu stadion yang jebol nampaknya sudah di las pihak penyelenggara,” rincinya.

Sementara itu, belum dibayarnya match fee pertandingan Persib Bandung vs Priangan Selection menjadi pelajaran bagi Persib, bahwa mereka tidak boleh sembarangan lagi menerima undangan laga uji coba. Event Organizer (EO) yang mengundang Persib tidak boleh sembarangan mempermainkan klub profesional sebesar Persib seperti apa yang dikatakan Mario Gomez.

“Memang kita belum dibayar mereka hanya janji-janji, kita itu tim besar kita tidak mau di permainkan kaya gini kita profesional, karena kita pegang surat dari mereka ini bukan secara lisan saja,” aku asisten pelatih Herrie Setyawan.

Kemarin, adalah panggilan kedua kalinya bagi Persib menyambangi Tasikmalaya untuk menghadapi klub lokal. Sebelumnya di era Djajang Nurjaman pula Persib sempat bertanding di Stadion Wiradadaha.

“Mereka panggil dua kali ke kita waktu itu saat tim masih sama Pak Djajang (Nurjaman), makanya kita percaya, manajemen percaya dan menyuruh pergi ke Tasik, kepercayaan itu balas dengan kekecewaan,” sebutnya.

“Ini pelajaran buat kita untuk tidak sembarangan untuk menerima undangan-undangan uji coba lainnya,” lanjut pelatih yang karib disapa Jose tersebut. (igi/smm)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.