Beranda Banjar Erosi Ancam Pemukiman Warga Tanjungsukur

Erosi Ancam Pemukiman Warga Tanjungsukur

56
0
BERBAGI
LONGSOR. Warga Lingkungan Tanjungsukur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman melihat tebing di pinggir Sungai Ciroas yang mengalami erosi Rabu (4/4). Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Banjar membangunan tembok penahan tanah di lokasi tersebut.

BANJAR – Sejumlah warga di RT 4 RW 15 Lingkungan Tanjungsukur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman berharap Pemerintah Kota Banjar membangun tanggul atau tembok penahan tebing di Sungai Ciroas.

Pasalnya, sejak tahun 2015 erosi di anak Sungai Citanduy itu mulai menggerus tebing kurang lebih 300 meter.

Selain pelataran rumah yang mulai terkikis, kebun milik warga pun longsor ke sungai. Jika tidak segera ditangani, warga khawatir erosi semakin parah.

“Kebun saya hampir lima meter sudah longsor. Tidak ada pengaman tebing. Saya berharap pemerintah segera membangun tembok atau semacamnya untuk menahan tebing supaya tidak terus longsor,” kata Toyo (67) warga setempat sambil menunjukkan kebun miliknya yang sebagian sudah amblas ke sungai Rabu (4/4).

Asep, warga lainnya yang juga mengaku kebunnya longsor akibat tidak ada tembok penahan tebing. Dia menyayangkan sikap pemerintah kota yang seolah tutup mata.

Sebab, sudah beberapa kali dinas terkait mengecek kondisi tersebut namun tak kunjung ada realisasi pembangunan.

“Ini sudah dilihat oleh orang dinas, tapi sampai saat ini tidak dibangun apa-apa, padahal kondisinya sudah berbahaya. Kami khawatir longsor semakin parah kalau hujan lebat ditambah debit air sungai tinggi,” keluh Asep.

Ketua RT 04 Tanjungsukur Ade Juju menerangkan tanah yang erosi ada dua titik. Pertama di pinggir sungai tepat di kebun warga.

Satu titik lagi di pinggir rumah. Menurutnya, ancaman longsor yang berbahaya berada di dekat salah satu rumah warga.

“Itu yang sudah longsor sekitar enam meter, sisanya tanah tebing ini tinggal empat meteran lagi sudah ke rumah warga,” jelasnya.

Ade menuturkan sebelumnya pemerintah sudah membangun tanggul. Namun, itu sekitar tahun 1998 saat Banjar masih wilayah Kabupaten Ciamis.

“Pembangunannya dulu. Tahun 2005 kalau tidak salah ada pemeliharaan. Tapi kondisinya sekarang batu dan temboknya sudah hancur sehingga tanah yang di atasnya sedikit demi sedikit longsor,” tuturnya.

Ia mengaku sudah mengajukan ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar untuk pembangunan tanggul. Bahkan tahun 2016, Dinas PU Provinsi telah menyurvei lokasi tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan pembangunanya.

“Pengajuan dari tahun 2014. Sudah beberapa kali, katanya mau dianggarkan. Tapi sampai saat ini tidak ada pembangunannya.

BUTUH JEMBATAN LAYAK

Selain pembuatan tembok penahan tanah, warga juga meminta pemerintah membuatkan jembatan yang laik dilintasi. Saat ini, tepat di dekat tebing sungai yang longsor itu membentang jembatan sepanjang kurang lebih 10 meter terbuat dari bambu.

“Jembatan ini penting karena menghubungkan Dusun Tanjungsukur dengan Dusun Pangadegan. Tiap hari banyak warga yang melintas jembatan ini,” kata Ade. (mg4)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here