Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Exi Tol di Desa Cikunten

2811
0

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya Yusep Yustisiawandana MM menuturkan lokasi exit Tol Bandung- Garut-Tasikmalaya-Cilacap berada di Desa Cikunten Singaparna.

“Proyek tol tersebut akan melintasi beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Salawu, Cigalontang, Leuwisari, Singaparna,” kata dia saat dihubungi Radar Minggu (29/9).

Proses usulan penetapan lokasi exit tol, sudah dilakukan awal Mei 2019 hingga April 2020. Adapun proses pra kualifikasi mulai Oktober sampai Desember 2019.

Proses konstruksi tahap 1 segmen Gedebage-Tasik- Majalaya akan dilaksanakan 2022 hingga 2024 dan April 2024, tol ini beroperasi.

Menurutnya, kehadiran exit tol di Desa Cikunten akan berdampak bagi pengembangan pembangunan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Khususnya yang terlintasi oleh jalan tol.

“Perekonomian masyarakat tentunya akan lebih meningkat lagi dan tentunya meningkatkan pendapatan bagi warga serta sangat berpengaruh terhadap potensi wisata dan juga perdagangan,” kata dia.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya Aam Ramsel menyebutkan akan mengkaji dampak perekonomian di wilayah yang dilintasi jalan tol maupun oleh exit tol. Jangan sampai, keberadaan jalan tol manfaatnya tak terasa oleh masyarakat.

“Dengan adanya jalan tol nantinya harus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Jangan malah justru perekonomian masyarakat jadi merosot,” ujarnya.

Kata Aam, pemerintah harus merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan menyesuaikan dengan keberadaan tol itu, jika tidak nanti bisa tidak sinkron.

“Konsekuensi keberadaan jalur tol yang melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, tentunya berdampak pada tata ruang daerah,” ucapnya.

Mendukung

Warga Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik rencana pembangunan Jalan Tol Bandung Garut Tasikmalaya Cilacap.

Di wilayah Tasikmalaya, jalan itu direncanakan akan melewati wilayah Salawu, Cigalontang, Leuwisari dan Singaparna. Bahkan salah satu exit tol berada di Kecamatan Singaparna, tepatnya di Desa Cikunten.

Jalan tol Bandung-Cilacap tahap pertama ini memiliki panjang 95,2 kilometer dengan target beroperasi pada tahun 2024.

Endang Kosasih salah satu warga Desa Cikunten Kecamatan Singaparna (43) menuturkan saat nanti exit tol dibangun di Desa Cikunten tentunya akan memudahkan mobilitas membawa barang, baik ketika akan menuju ke kota besar seperti Bandung dan Jakarta akan lebih cepat.

“Dengan akan adanya exit tol di Kecamatan Singaparna, tentunya akan membawa dampak pada kemajuan wilayah khususnya di Singaparna. Ekonomi masyarakat dipastikan meningkat seiring dengan mudahnya transportasi,” ujarnya kepada Radar, Minggu (29/9).

Camat Singaparna Kusnanto mengatakan dengan adanya exit tol di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna maka harus dipersiapkan potensi yang ada untuk dikembangkan.

“Diharapkan bisa mengangkat potensi ekonomi wilayah setempat yang terdampak dari pengembangan exit tol,” kata dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.