Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Fadli Zon Disebut Akan Jadi Menteri Jokowi

25
0

JAKARTA – Presiden terpilih Joko Widodo diminta bisa lebih leluasa dan percaya diri dalam menyusun kabinet di periode kedua pemerintahannya. Jokowi diharapkan bisa lebih fokus membangun narasi kebangsaan ke depan, tanpa tersandera kepentingan partai.

Selain itu, parpol yang selama ini oposisi diprediksi akan masuk dalam kabinet. Salah satunya kader Gerindra, Fadli Zon. “Seharusnya Jokowi lebih confident. Karena 2024 sudah tidak bisa melakukan pencalonan lagi,” Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (8/10).

Cak Nanto- sapaan akrab Sunanto-mengatakan hal ini berbeda dibanding periode pertama kepemimpinannya.

Saat itu, Jokowi masih dilematis mengatur langkah. Jika tetap mengamini kepentingan parpol dalam menyusun kabinet, justru akan menghambat pencapaian visi-misi yang dicanangkan lima tahun ke depan. “Misalnya, fokus periode keduanya adalah pembangunan sumber daya. Sumber daya seperti apa kalau parpol hanya memikirkan kepentingan politik semata?” jelasnya.

Dia berharap Jokowi fokus terhadap calon-calon menteri dari kalangan profesional yang memiliki kemampuan mengimplementasikan visi-misi hingga ke bawah. Bukan hanya menteri dari parpol.

Sementara itu, politsi PDIP Kapitra Ampera mengakui adanya lobi-lobi politik menjelang pelantikan dan pengumuman susunan kabinet. Sekalipun Jokowi bukan berasal dari kalangan elite politik, namun kepentingan parpol pasti ada. Termasuk dalam penyusunan kabinet.

“Ini wajar jika partai pendukung meminta jatah kursi. Baik dalam kabinet maupun posisi di badan usaha milik negara (BUMN),” ujar Kapitra. Sebab, parpol merasa punya andil dalam memenangkan presiden. Terkait kemungkinan parpol yang selama ini oposisi masuk dalam kabinet, Kapitra menyebut hal itu sangat mungkin.

Bahkan, dia meyakini Waketum DPP Partai Gerindra Fadli Zon akan masuk dalam kabinet Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. “Saya kok yakin Fadli Zon jadi menteri. Ini pendapat pribadi saya, bukan partai,” imbuhnya.

Apalagi, Fadli tidak lagi ditunjuk oleh Gerindra menjabat sebagai pimpinan DPR RI yang kini dipercayakan kepada Sufmi Dasco Ahmad. “Fadli Zon di DPR mengatakan saya diperintahkan oleh ketua umum untuk penugasan lain. Ini kan bahasa begini biasa dengarnya. Ada penugasan lain,” paparnya.

Namun, mantan pengacara Habib Rizieq itu tidak bisa memprediksi bidang kementerian apa yang akan dipercayakan kepada Fadli. Selain itu, dia juga menyampaikan kemungkinan Gerindra mendapatkan jatah menteri lainnya. Sebab, selama ini memang fokus pada bidang perdagangan, pertanian, dan investasi. “Saya pikir Presiden sudah mengantongi nama. Dua bulan lalu sudah ada di tangan Presiden,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin dijadwalkan dilantik sebagai Presiden dan Wapres RI periode 2019-2024, pada 20 Oktober 2019 mendatang. (rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.