Fahri Hamzah Kritik PKS yang Izinkan Kader Lakukan Kampanye Negatif

11

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Shohibul Imam membolehkan para kadernya melakukan negatif campaign jelang Pemilihan Umum, baik pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) maupun pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ajakan Shohibul Imam ini lantas mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak.

Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mengatakan, langkah tersebut bisa dilakukan oleh para kader PKS. Asalkan Shohibul Iman sendiri mau menanggung dosa-dosa yang dilakukan oleh kadernya terkait negatif campaign.

“Mungkin Pak Shohibul mau menanggung dosanya kali. Tanya lagi ke dia, dia mau menanggung dosanya nggak,” kata Fahri kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Senin (15/10).

Menurut Fahri Hamzah, bicara negatif campaign berarti lebih pada kritik berbasis data yang masuk kategori positif.

Olehnya itu, dalam mengkritisi suatu kebijakan atau satu masalah tidak bisa disalahkan jika ada muatan kebenaran dari penguasa.

“Kan gini ya, kalau kita bicara negatif ya sebagai mengkritik itu bukan negative, malah itu positif. Harus ada datanya, harus ada basis argumennya, kalau negatif dalam pengertian ini, bener salah kita negatifkan, ya ga bisa gitu juga. Ya kalau benar kita puji, kalau salah kita kritik kan prinsip kerjanya begitu. Jadi jangan semua disalahkan, padahal benar,” ujarnya.

Buat Fahri Hamzah, kritik yang berbasis data sangatlah penting dalam merawat nilai-nilai demokrasi di bangsa ini.

Politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga mengakui dirinya sering mengkritisi pihak lain, tetapi kritikannya berbasis data.

“Saya kira argumen dan kritik berbasis data itu penting. Kita senang berdebat termasuk mengkritik semua orang. Saya termasuk dianggap kritikus. Tapi tolong kritik saya kalau memang saya tidak punya data, saya akan meminta maaf. Tapi kalau kita punya data, dan dia tidak senang ya itu salah dianya sendiri. Tapi kalau punya data, aktual, akurat, itu penting, bukan asal. Makannya kalau ada kritik saya coba aja diperiksa, karena saya punya datanya, itu aja,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR-RI Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menuturkan, yang namanya negative campign tidak ada pembatasan terkait positif dan negative.

Apalagi yang dilakukan oleh pihak oposisi adalah melawan petahanan, jadi tentu trek record perlu dilihat agar tidak sembarangan kritik.

Buat Agun, Partai Golkar tetap mengutamakan hal-hal positif dan objektiv dalam berkampanye jelang Pilpres 2019.

“Yang namanya campaign nggak bisa dibatasi, ada yang positif dan negaraif. Tentu bagi yang sebrang itu karena yang dilawan antara incumbent versus non incumbent, jadi incumbent tentu punya track record yang bisa dilihat. Tentu kalau Partai Golkar dukung Jokowi dan Maruf Amin, jelas kita akan tonjolkan sisi-sisi positif secara objektif. Karena objektif itu berbasis data, dan kami mengingatkan Pemilu ini adalah bagian dari pada mensejahterakan masyarakat,” kata Agun usai menghadiri acara Ulang Tahun Partai Golkar di Gedung DPR-RI.

Beberapa keberhasilan Pemerintah saat ini harus dijadikan sebagai langkah memperbaiki ekonomi bangsa, baik Asian Games, APD dan IMF Word Bank, karena keberhasilan-keberhasilan tersebut menjadikan posisi Indonesia baik di mata dunia.

“Jadi harapannya ,tentu 17 April 2019 nanti Pemerintah berlangsung sampai 1 Oktober. Di sana harapannya apa yang udah dicapai Pemerintah dalam berbagai kegiatan Asian Games, APF dan IMF-WB jadikan Indonesia dapat posisi baik di mata dunia,” jelasnya.

“Ini tentu harus dipertahankan. Bagi Partai Golkar, ini jadi bagian untuk mengembangkan perekonomian nasional yang jadi isu politik nanti, dan perekonomian ini tentu agar capaian-capaian yang diharapkam agar Indonesia di tahun 2030 jadi negara 10 besar di dunia bisa dicapai, dan salah satunya adalah dengan pendidikan sumber daya manusianya,” tutupnya.

(RBA/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.