Fasilitas bagi Difabel di Tempat Wisata Minim

162
0
istimewa BERJOGET. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menghadiri Pelatihan Pariwisata Goes to Difabel di Fave Hotel Senin (25/2).
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat Pariwisata Kementerian Pariwisata Dra Ambar Rukmi MPd menilai fasilitas khusus bagi para penyandang disabilitas di tempat pariwisata masih kurang.

“Kalau menurut saya (untuk destinasi wisata yang ramah difabel) hampir belum ada. Sekarang baru aksesibilitasnya saja yang ada, sementara yang lainnya belum maksimal,” katanya saat ditemui di Pelatihan Pariwisata Goes To Difabel di Fave Hotel Garut Senin (25/2).

Menurut dia, selama ini kebanyakan di hotel maupun destinasi wisata hanya difasilitasi untuk fasilitas akaesnya. Sementara untuk fasilitas lain masih banyak yang belum dipenuhi para pengembang wisata.

Seperti contoh, di toilet seharunya ada peganganya untuk kemudahan bagi para kaum difabel. “Memang tidak semua destinasi tidak ramah difabel, tetapi kebanyakan belum memenuhi fasilitas bagi para difabel,” terangnya.

Menurut dia, sejak tahun 2000-an, pemerintah pusat sudah konsen terhadap upaya pemenuhan fasilitas fisik bagi kaum disabilitas. Tidak hanya di perkantoran atau sekolah, namun di tempat wisata.

Termasuk di Kabupaten Garut, menurutnya, fasilitas bagi para penyandang disabilitas di tempat wisata baru sebatas pada aksesibilitas. Sementara hal lainnya belum tersedia. “Untuk destinasi di Garut masih kurang, adanya baru aksesibilitas, sementara yang lain seperti kamar mandi, WC atau toilet destinasi wisata disabilitas itu belum,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.